Hasnuryadi Bidik Kalsel Jadi Lumbung Atlet Nasional

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menerima audiensi Ketua Umum KONI Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman yang membahas penguatan pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga daerah. (Foto: KONI/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman berharap kepemimpinan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman di KONI Kalsel mampu memperkuat sinergi olahraga dengan pemerintah daerah sekaligus mengangkat prestasi atlet.

Harapan itu disampaikan Marciano saat menerima audiensi Hasnuryadi yang juga menjabat Wakil Gubernur Kalimantan Selatan di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Hasnuryadi sebelumnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Kalimantan Selatan masa bakti 2026-2030 dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang berlangsung di Banjarmasin pada 4 Juli 2026.

Marciano menyambut positif terpilihnya Hasnuryadi. Menurut dia, posisi Hasnuryadi sebagai Wakil Gubernur dapat menjadi modal penting untuk memperkuat koordinasi antara KONI dan pemerintah daerah.

“Saya senang sekali Pak Hasnur menjadi Ketum KONI Kalimantan Selatan. Hal utama yang harus ditingkatkan di daerah adalah sinergitas antara KONI dengan pemerintah daerah,” kata Marciano.

Ia berharap komunikasi yang semakin erat antara KONI dan pemerintah provinsi dapat berdampak langsung terhadap pembinaan atlet, terutama dalam penyediaan program latihan, kompetisi, hingga dukungan terhadap cabang olahraga potensial.

“Dengan adanya Wakil Gubernur memimpin KONI, saya berharap kualitas sinergi semakin baik sehingga prestasi atlet juga meningkat,” ujarnya.

BACA JUGA  ASTAF Perketat Video Review Pertandingan Sepak Takraw Jelang Asian Games 2026

Kepemimpinan Hasnuryadi di KONI Kalimantan Selatan juga memiliki latar belakang keluarga yang dekat dengan dunia olahraga. Ayahnya, Abdussamad Sulaiman bin Haji Basirun, pernah memimpin KONI Kalimantan Selatan sekitar 2008-2013 hingga akhir hayatnya.

Jejak tersebut menjadi salah satu konteks yang membuat Hasnuryadi memiliki perhatian kuat terhadap pembinaan olahraga daerah. Kini, ia membawa mandat untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan prestasi olahraga Kalimantan Selatan dengan pendekatan yang lebih terarah.

Secara prestasi, Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan dalam dua edisi PON terakhir. Pada PON XX/2021 di Papua, kontingen Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-22. Posisi tersebut kemudian meningkat menjadi peringkat ke-15 pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara.

Peningkatan peringkat tersebut menjadi modal bagi kepengurusan baru untuk menetapkan target yang lebih tinggi. Salah satu pembahasan dalam audiensi Marciano dan Hasnuryadi adalah penguatan cabang olahraga unggulan yang berpotensi menjadi sumber medali.

Marciano secara khusus menyinggung olahraga bela diri yang pernah menjadi kekuatan Kalimantan Selatan. Salah satunya adalah gulat yang memiliki sejarah prestasi di daerah tersebut.

Hasnuryadi kemudian menceritakan strategi yang pernah diterapkan ayahnya ketika memimpin KONI Kalsel. Saat itu, Abdussamad Sulaiman mendatangkan pelatih gulat dari Eropa Timur untuk meningkatkan kualitas atlet daerah.

BACA JUGA  KONI Dukung Kejuaraan Dunia Selam di Bali

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembinaan cabang olahraga unggulan membutuhkan strategi yang berkelanjutan, termasuk peningkatan kualitas pelatih dan program latihan yang sesuai dengan kebutuhan atlet.

Selain memperkuat cabang olahraga potensial, Hasnuryadi menaruh perhatian besar pada pembinaan atlet yang berasal dari Kalimantan Selatan. Ia ingin prestasi daerah tidak hanya dibangun dengan mendatangkan atlet dari luar, tetapi bertumpu pada potensi putra-putri daerah.

Salah satu contoh yang menjadi kebanggaan adalah keberhasilan tim sepak bola Kalimantan Selatan menembus semifinal PON XXI/2024. Hasnuryadi menyoroti komposisi tim yang banyak diisi pemain asli daerah sebagai bukti bahwa pembinaan lokal dapat menghasilkan prestasi.

Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat sistem pembinaan dari tingkat daerah agar semakin banyak atlet Kalsel yang mampu bersaing di panggung nasional.

Dengan posisi Hasnuryadi sebagai Wakil Gubernur sekaligus Ketua KONI Kalsel, peluang memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan program olahraga terbuka semakin besar. Dukungan anggaran, fasilitas, kompetisi, serta pembinaan atlet dapat diarahkan secara lebih terukur.

Marciano menilai kombinasi tersebut dapat menjadi fondasi bagi Kalimantan Selatan untuk melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.

BACA JUGA  Dua Pekan Bersama Timnas, Ini Perubahan Spasojevic

Optimisme itu juga sejalan dengan target Hasnuryadi menjadikan Kalimantan Selatan sebagai salah satu daerah pemasok atlet bagi Indonesia. Cabang olahraga unggulan akan menjadi fokus, sementara pembinaan atlet asli daerah terus diperkuat.

Jika strategi tersebut berjalan konsisten, peningkatan peringkat Kalsel pada PON berikutnya bukan sekadar target jangka pendek. Prestasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses membangun ekosistem olahraga yang mampu menghasilkan atlet nasional secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Hasnuryadi juga meminta Marciano Norman untuk melantiknya secara resmi sebagai Ketua Umum KONI Kalimantan Selatan. Pelantikan direncanakan berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila pada awal November 2026.

Momentum tersebut akan menjadi awal kepemimpinan baru Hasnuryadi untuk menjalankan agenda pembinaan olahraga Kalsel selama periode 2026-2030. (09/AGF).