KONI Pusat dan UNDIKMA Jalin Kerja Sama

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Rektor UNDIKMA Basuki Widodo menandatangani nota kesepahaman kerja sama untuk memperkuat pembinaan atlet dan diplomasi olahraga. (Foto: IST/SP).

MATARAM, SUDUTPANDANG.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi menjalin kerja sama untuk memperkuat pembinaan olahraga dan pengembangan prestasi atlet.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman dan Rektor UNDIKMA Prof. Drs. Basuki Widodo, M.Sc., Ph.D., pada 31 Agustus 2026.

Prosesi penandatanganan turut disaksikan Ketua Yayasan UNDIKMA H. Lalu Rusmiady. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembinaan atlet sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga di NTB.

Marciano Norman mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, lingkungan akademik dapat menjadi ruang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, melakukan riset olahraga, sekaligus mendukung atlet dalam menjalani proses pendidikan.

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya mengapresiasi kerja sama dengan UNDIKMA karena peran strategis perguruan tinggi dalam mengantar atlet meraih prestasinya,” kata Marciano.

Kerja sama tersebut menjadi semakin relevan karena UNDIKMA memiliki kontribusi besar terhadap pembinaan atlet di NTB. Ketua Yayasan UNDIKMA H. Lalu Rusmiady sebelumnya menyampaikan bahwa sebagian besar atlet NTB yang tampil dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan mahasiswa UNDIKMA.

BACA JUGA  FHI Siapkan Naturalisasi, Timnas Hockey Indonesia Bidik Olimpiade 2028
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Rektor UNDIKMA Basuki Widodo menandatangani nota kesepahaman kerja sama untuk memperkuat pembinaan atlet dan diplomasi olahraga. (Foto: IST/SP).

“Sekitar 65 persen atlet NTB yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan mahasiswa UNDIKMA,” jelas Rusmiady.

Menurut Marciano, keterlibatan mahasiswa dalam dunia olahraga harus terus dikembangkan agar atlet tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mendapatkan bekal akademik yang dapat menunjang masa depan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KONI Pusat juga menyerahkan dua buku kepada UNDIKMA, yakni Sport Intelligence dan Pecah Rekor PON XXI/2024 Aceh-Sumut.

Marciano berharap buku Sport Intelligence dapat menjadi bahan kajian bagi UNDIKMA dalam mengembangkan penelitian dan penerapan ilmu olahraga. Ia mendorong kampus tersebut berperan sebagai laboratorium yang mampu mendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi di NTB.

“Saya berharap Sport Intelligence dapat didalami serta diterapkan di UNDIKMA sebagai laboratorium yang meneliti dan mencetak atlet berprestasi NTB,” ujar Marciano.

Sementara buku Pecah Rekor PON XXI/2024 Aceh-Sumut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan atlet UNDIKMA untuk terus meningkatkan prestasi.

Marciano juga mengaitkan kerja sama tersebut dengan persiapan menuju PON XXII/2028. Pada ajang nasional tersebut, NTB akan menjadi tuan rumah bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia berharap UNDIKMA dapat berkontribusi lebih besar dalam mempersiapkan atlet NTB yang nantinya tampil pada PON 2028. Bahkan, atlet-atlet binaan perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu mencatatkan prestasi baru dan memecahkan rekor pada ajang tersebut.

BACA JUGA  FIAS Puji Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Sambo 2025

Selain pembinaan prestasi olahraga, kerja sama KONI Pusat dan UNDIKMA juga mencakup program diplomasi olahraga. Program ini akan melibatkan induk organisasi olahraga Timor Leste, Confederacao do Desporto de Timor Leste (CDTL).

Diplomasi olahraga tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste melalui olahraga sebagai sarana membangun persahabatan dan kerja sama antarmasyarakat.

Sebagai langkah awal, mulai 1 September 2026, KONI Pusat bersama CDTL memberangkatkan 10 delegasi dari Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) ke UNDIKMA.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program pertukaran pengetahuan di bidang olahraga. Salah satu cabang olahraga yang menjadi fokus dalam kegiatan tersebut adalah petanque.

Para delegasi diharapkan dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan dari lingkungan akademik serta olahraga di UNDIKMA. Sebaliknya, kerja sama ini juga membuka ruang bagi sivitas akademika Indonesia untuk mengenal lebih jauh perkembangan olahraga di Timor Leste.

Marciano menilai diplomasi olahraga memiliki nilai strategis karena olahraga dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Hubungan yang dibangun melalui kegiatan olahraga diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas.

“Semoga diplomasi olahraga yang dijalankan UNDIKMA dengan menerima mahasiswa dari Timor Leste berjalan lancar dan memberikan dampak positif. Olahraga merupakan pemersatu, tanpa melihat latar belakang kita,” ungkap Marciano.

BACA JUGA  Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia Sepak Takraw 2027

Ia menegaskan gagasan olahraga sebagai pemersatu perlu diwujudkan melalui program konkret. Menurutnya, pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegera dapat menjadi salah satu cara membangun hubungan yang saling mendukung.

Kerja sama KONI Pusat dan UNDIKMA diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman. Implementasi program pembinaan atlet, riset olahraga, pengembangan sumber daya manusia, hingga diplomasi olahraga menjadi bagian penting dari tindak lanjut kerja sama tersebut.

Dengan dukungan perguruan tinggi, KONI Pusat berharap pembinaan olahraga di NTB semakin kuat. Terlebih, NTB memiliki agenda besar sebagai tuan rumah bersama NTT pada PON XXII/2028.

Kolaborasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi UNDIKMA untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan yang berkontribusi terhadap perkembangan olahraga dan prestasi atlet di NTB. (09/AGF).