TANGERANG – SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten pada tahun 2026 membangun asrama dan sanitasi pondok pesantren yang tersebar pada 29 Kecamatan, ini membuktikan bahwa pemerintah daerah peduli kepada santri.
“Kita pastikan, perhatian terhadap pondok pesantren akan terus diupayakan setiap tahun, meskipun kondisi keuangan daerah menghadapi keterbatasan,” kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tigaraksa, Kamis, (22/10/2026).
Maesyal mengatakan hal itu usai Upacara Hari Santri 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang bahwa pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan asrama dan sanitasi pondok pesantren sebanyak 150 unit tahun ini dan tahun 2025 hanya 50 unit.
Ia bilang Pemkab Tangerang berencana memperluas program pendidikan gratis secara bertahap, tidak hanya bagi siswa SD dan SMP swasta umum, tetapi juga siswa madrasah ibtidaiyah dan tsanawiyah swasta.
Bahkan pemerintah daerah juga akan mengupayakan kuliah gratis bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah serta santri lulusan SMA atau sederajat melalui proses seleksi.
Ia menambahkan pihaknya tetap mempertahankan dukungan bagi para guru ngaji, marbot masjid, petugas pemulasaraan jenazah, serta sarana ibadah masyarakat.
Salah satunya melalui pemberian insentif kepada sekitar 4.000 guru ngaji setiap tahun sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap mereka yang berperan dalam pendidikan dan pelayanan keagamaan.
“Kita ingin memberikan perhatian lebih kepada santri, termasuk anak-anak yang bersekolah di madrasah swasta dan dirumuskan bersama DPRD dan instansi terkait tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan antarumat beragama, karena daerah ini yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama dan keyakinan yang beragam sehingga sikap saling menghormati harus terus dijaga.
Sementara itu, salah satu santri Pondok Pesantren Fathurrobbaaniy di Cisoka, Ahmad Hakunazali, menyambut baik perhatian Pemkab Tangerang terhadap pendidikan santri dan pembangunan pondok pesantren.
“Program beasiswa itu sangat membantu santri dan menjadi motivasi untuk lebih giat belajar serta menuntut ilmu, ” kata Hakunazali
Meski begitu, dirinya berharap pembangunan asrama pesantren terus berlanjut agar santri memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman, karena selama ini, satu kamar asrama ditempati oleh 10 orang atau lebih, sehingga penambahan fasilitas sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan sehari-hari.(WAR)











