Real Madrid dan LaLiga Minta Maaf ke China soal Kontroversi Kylian Mbappe

Avatar photo
Kylian Mbappe Real Madrid
Kylian Mbappe (Foto: Dok. X Real Madrid)

SUDUTPANDANG.ID – Real Madrid dan LaLiga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China setelah pernyataan Kylian Mbappe tentang mendiang Mao Zedong memicu kontroversi. Kedua pihak menegaskan komitmen untuk menjaga hubungan dengan penggemar sepak bola di negara tersebut.

Melalui pernyataan resmi, Real Madrid menyampaikan penyesalan atas keresahan yang mungkin ditimbulkan oleh ucapan penyerang asal Perancis itu.

Klub ibu kota Spanyol itu menegaskan penghormatannya terhadap sejarah, budaya dan masyarakat China.

“Klub kami sangat menghormati China, sejarahnya, budayanya, dan warganya, serta jutaan penggemar di China yang menyayangi dan mengagumi Real Madrid,” demikian dilansir Sudutpandang.id dari pernyataan klub, Kamis (29/10/2026).

Real Madrid juga menyebut Mbappe telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menyesali perkataannya.

BACA JUGA  Diganggu Cedera, Apri/Fadia Tunda Debut

Klub berharap hubungan persahabatan dengan masyarakat China tetap terjaga melalui penghormatan dan pemahaman lintas budaya.

Kontroversi tersebut turut mendapat perhatian LaLiga, kompetisi yang diikuti Real Madrid. Presiden LaLiga, Javier Tebas, juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China melalui akun media sosial X.

Tebas menyatakan bahwa LaLiga memahami dampak negatif dan rasa tersinggung yang ditimbulkan oleh pernyataan Mbappe.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan liga dengan China telah dibangun selama bertahun-tahun melalui kerja sama dengan berbagai lembaga olahraga, media dan penggemar sepak bola.

Menurut Tebas, LaLiga tidak ingin tindakan individu berdampak terhadap klub-klub peserta kompetisi maupun jutaan penggemar sepak bola Spanyol di China.

Pihaknya menyatakan akan berkoordinasi dengan mitra dan pemangku kepentingan di negara tersebut untuk menangani situasi itu.

BACA JUGA  Liga Champions: AC Milan Hajar Real Madrid 1-3

Dalam pernyataan terpisah, akun resmi LaLiga menegaskan bahwa kontroversi tersebut merupakan persoalan personal dan bukan cerminan sikap kompetisi.

LaLiga juga menyatakan akan bekerja sama dengan klub dan pemain untuk menerapkan protokol komunikasi serta meningkatkan pemahaman terhadap budaya yang berbeda.

Kontroversi Mbappe sebelumnya memicu kecaman di China. Sejumlah merek asal negara tersebut dilaporkan memutus kerja sama dengan penyerang asal Prancis tersebut.

Situasi tersebut juga diikuti kabar mengenai potensi boikot siaran LaLiga oleh stasiun televisi China.

China merupakan salah satu pasar internasional bagi Real Madrid, termasuk dalam penjualan merchandise dan pengembangan basis penggemar klub.

Namun, besaran kontribusi pasar China terhadap penjualan merchandise klub belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.

BACA JUGA  Diserang Virus Cacar Monyet, Spanyol Mengonfirmasi Satu Warganya Meninggal

Mbappe sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas perkataannya yang menyinggung masyarakat China.

Kontroversi ini kemudian mendorong Real Madrid dan LaLiga mengeluarkan pernyataan resmi untuk menegaskan penghormatan terhadap masyarakat dan budaya negara tersebut.(Red/01)