Wabup Nurul Adha Pelajari Strategi Pengentasan Kemiskinan di Lombok Tengah

Wabup Lombok Barat Nurul Adha
Wabup Lombok Barat Hj. Nurul Adha (kanan) bersama Wabup Lombok Tengah Wabup Lombok Tengah, H.M. Nursiah (kiri) membahas strategi pengentasan kemiskinan, optimalisasi potensi ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor di ruang rapat lantai V Kantor Bupati Lombok Tengah, Selasa (27/10/2026). (Foto: Dok. Pemkab Lobar)

LOMBOK TENGAH-NTB|SUDUTPANDANG.ID – Wakil Bupati (Wabup) Hj. Nurul Adha bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, mempelajari strategi pengentasan kemiskinan yang diterapkan Pemkab Lombok Tengah melalui kunjungan kerja pada Selasa (27/10/2026). Kunjungan tersebut membahas pertukaran pengalaman dalam penanggulangan kemiskinan dan pengembangan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai V Kantor Bupati Lombok Tengah tersebut membahas strategi pengentasan kemiskinan, optimalisasi potensi ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor.

Wabup Nurul Adha mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk bertukar informasi dan mempelajari program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Lombok Barat.

“Persaudaraan antarkabupaten tidak bisa dilepaskan dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Karena itu, kami datang untuk belajar, bertukar informasi, dan memperkuat kolaborasi dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kepada Wabup Lombok Tengah, H.M. Nursiah, beserta jajaran yang menerima rombongan Pemkab Lombok Barat.

BACA JUGA  Band Dewa-19 Dihadirkan Pada HUT ke-78 Lombok Tengah-NTB

Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan, tingkat kemiskinan Lombok Tengah pada 2026 tercatat sebesar 10,34 persen, sedangkan Lombok Barat sebesar 11,60 persen.

Menurutnya, perbedaan angka tersebut menjadi salah satu bahan pembahasan dalam pertukaran pengalaman mengenai program penanggulangan kemiskinan dan pengembangan ekonomi masyarakat.

“Penanggulangan kemiskinan perlu didukung program pemberdayaan yang berkelanjutan, termasuk peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, dan pengembangan sumber pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu sektor yang dibahas adalah kerajinan tenun. Pengembangan usaha tenun menjadi bagian dari upaya meningkatkan potensi ekonomi lokal, termasuk melalui strategi pemasaran agar produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Tiga Strategi

Wabup Lombok Tengah, H. M. Nursiah, menyatakan bahwa kunjungan antardaerah dapat menjadi sarana untuk bertukar pengalaman dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

Menurutnya, program yang telah diterapkan di suatu daerah perlu dipelajari sebelum disesuaikan dengan kondisi daerah lain.

BACA JUGA  7 Hari Operasi, SAR Hentikan Cari Turis Prancis Tenggelam di Gili Trawangan

Nursiah memaparkan tiga strategi utama Pemkab Lombok Tengah dalam penanggulangan kemiskinan, yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan.

“Di samping tiga strategi tersebut, peran TKPKD kami optimalkan dan peningkatan sumber daya manusia menjadi fokus pemerintah,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) berperan dalam koordinasi program penanggulangan kemiskinan. Sementara itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus dalam upaya memperluas kemampuan dan peluang ekonomi masyarakat.

Libatkan Sejumlah Perangkat Daerah

Kunjungan kerja Pemkab Lombok Barat tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Pj Sekretaris Daerah, Bapperida, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Sosial, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, staf ahli, serta sejumlah kepala bagian.

BACA JUGA  Sempat Muncul Peringatan Cuaca Panas Ekstrem, Kota Makkah Diguyur Hujan

Pertemuan tersebut mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan, mulai dari ketahanan pangan, pengembangan usaha mikro dan kecil, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan keterampilan dan kesempatan kerja.

Wabup Nurul Adha berharap pertukaran pengalaman dengan Pemkab Lombok Tengah dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Lombok Barat.(Ilham/01)