TRENGGALEK – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Kesigapan aparat TNI bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar) kembali terlihat dalam penanganan kebakaran di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Babinsa Desa Ngrayung, Serda Tri Eko Prasetyo dari Koramil 0806-06/Gandusari, bersama tim Damkar Trenggalek berhasil menjinakkan kobaran api yang membakar kandang kambing milik Suwandi, warga RT 10 RW 04 Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, Minggu (19/4/2026) malam.
Peristiwa kebakaran tersebut diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan korban pada sore hari di sekitar kandang. Kegiatan itu dilakukan untuk membersihkan lingkungan. Namun, api yang belum sepenuhnya padam ditinggalkan oleh pemilik, sehingga berpotensi memicu kebakaran.
Menurut Serda Tri Eko Prasetyo, kondisi cuaca panas disertai tiupan angin menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api. Kobaran api dengan cepat menjalar ke kandang kambing yang sebagian besar berbahan mudah terbakar. “Dimungkinkan terkena angin dan cuaca sangat panas akhirnya api menjalar ke kandang kambing,” ujarnya.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Irwan, tetangga korban, sekitar pukul 20.00 WIB. Menyadari adanya api yang semakin membesar, ia segera berteriak meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Mendapat laporan tersebut, Babinsa segera berkoordinasi dengan petugas Damkar Trenggalek. Tak lama kemudian, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman bersama warga. Dengan menggunakan armada mobil pemadam, petugas berjibaku mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan rumah di sekitarnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah dilakukan penyemprotan intensif. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material cukup signifikan. Kandang kambing beserta dua ekor kambing milik korban hangus terbakar, serta sebagian usuk atap rumah mengalami kerusakan. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 40 juta.
Serda Tri Eko Prasetyo mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya saat melakukan pembakaran sampah di lingkungan rumah. Ia menekankan pentingnya memastikan api benar-benar padam dengan menyiram menggunakan air sebelum ditinggalkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(ACZ)


