“Pelantikan PB PSTI periode 2025 – 2029 mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas, integritas, serta dedikasi H. Surianto dalam memajukan olahraga sepaktakraw di Tanah Air.”
JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) menilai kepemimpinan H. Surianto membawa arah baru bagi Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) setelah ia resmi dilantik sebagai Ketua Umum PB PSTI periode 2025 – 2029 . Penilaian tersebut disampaikan menyusul pelantikan yang digelar secara resmi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Jumat (9/1/2026).
Dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026), ASTAF menyampaikan apresiasi kepada H. Surianto beserta jajaran pengurus baru PB PSTI atas amanah yang diberikan untuk memimpin pengembangan sepaktakraw Indonesia pada fase yang dinilai krusial dan strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut ASTAF, pelantikan PB PSTI periode 2025-2029 mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas, integritas, serta dedikasi H. Surianto dalam memajukan olahraga sepaktakraw di Tanah Air. Di bawah kepemimpinan baru tersebut, PB PSTI diyakini akan semakin solid, profesional, dan mampu meningkatkan prestasi Indonesia di level regional, Asia, hingga dunia.
Sebagai informasi, prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman. Momen ini dipandang sebagai wujud komitmen nasional untuk memperkuat sepaktakraw, tidak hanya sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya rumpun Melayu yang telah mengakar sejak ratusan tahun lalu.
Visi Kepemimpinan H. Surianto

ASTAF juga menilai positif visi kepemimpinan H. Surianto yang menekankan penguatan tata kelola organisasi dan profesionalisme PB PSTI. Selain itu, gagasan pembentukan Liga Sepak Takraw Indonesia dinilai strategis sebagai wadah pembinaan bakat nasional secara sistematis dan berkelanjutan.
Peningkatan kualitas latihan serta kesiapan atlet menghadapi ajang internasional, seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games, turut menjadi perhatian dalam agenda kepemimpinan baru PB PSTI. ASTAF menilai langkah tersebut penting untuk menjaga daya saing sepaktakraw Indonesia di tingkat Asia.
Selain aspek pembinaan, ASTAF menyoroti pentingnya sinergi antara PB PSTI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah guna memastikan pembangunan sepaktakraw yang berkelanjutan dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
ASTAF optimistis pengalaman, komitmen pribadi, serta kecintaan H. Surianto terhadap sepaktakraw akan menjadi motor penggerak kebangkitan prestasi Indonesia. Hal ini diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan ekosistem sepaktakraw di kawasan Asia.
Sejalan dengan itu, ASTAF menegaskan komitmen untuk terus menjalin kerja sama erat dengan PB PSTI di bawah kepemimpinan baru, khususnya dalam pembinaan atlet, pengelolaan kejuaraan, pendidikan kepelatihan, serta penguatan integritas olahraga.
“Dengan kepemimpinan yang bersatu, berwawasan, dan berintegritas, sepaktakraw Indonesia kami yakini dapat melangkah lebih jauh dan memainkan peranan penting dalam membentuk masa depan sepaktakraw Asia,” demikian pernyataan resmi Presiden ASTAF Datuk Abdul Halim Kader.(PR/01)





