Awal dari Pelopor Topping Hingga Festival Imersif, Mie Sedaap Perluas Makna “Rasa” untuk GenZ

Mie Sedaap
Awal dari Pelopor Topping Hingga Festival Imersif, Mie Sedaap Perluas Makna “Rasa” untuk GenZ (Foto: SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Perjalanan sebuah merek tidak hanya ditentukan oleh seberapa lama bertahan di pasar, tetapi juga kemampuannya beradaptasi dengan perubahan zaman. Hal itulah yang terus dilakukan Mie Sedaap selama lebih dari dua dekade hadir di Indonesia.

Diluncurkan pada 2003 sebagai penantang di industri mi instan nasional, Mie Sedaap hadir dengan pendekatan yang berbeda melalui inovasi rasa dan konsep pelengkap atau topping yang saat itu menjadi terobosan baru di kategorinya.

Dengan slogan “Jelas Terasa Sedaapnya”, merek ini perlahan tumbuh menjadi salah satu pemain utama di pasar mi instan, bahkan memperluas jangkauannya ke berbagai negara.

Kini, Mie Sedaap tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga membangun kedekatan dengan konsumen melalui budaya, komunitas, hingga pengalaman kreatif yang relevan dengan generasi muda.

“Mie Sedaap percaya bahwa keberanian untuk mendobrak batas adalah kunci pertumbuhan. Mie Sedaap telah dikenal sebagai pelopor inovasi rasa di kategori mie instan. Hingga hari ini, kami terus mendorong batas kreativitas, pengalaman, dan rasa HQQ yang bisa kami hadirkan kepada konsumen kami. Tapi brand evolution itu tidak hanya memperbarui tampilan atau meluncurkan produk inovasi baru, kami dihadapkan pada tantangan realita bisnis, dan budaya anak muda yang terus berubah,” ujar Katria Arintya Anindyantari, Head of Marketing Noodle Category WINGS Group di Jakarta Kamis (11/6/2026).

BACA JUGA  Junas Sebutkan Reformulasi Format, Berhasil Dengan Baik

Menurut Katria, menjaga relevansi dengan konsumen menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Karena itu, berbagai inovasi terus dilakukan, tidak hanya pada produk tetapi juga pengalaman yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Sebagai brand yang tumbuh bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 20 tahun, kami percaya relevansi harus terus dibangun melalui inovasi dan pengalaman yang semakin dekat dengan konsumen. Semua itu kami tumpahkan dalam annual event Mie Sedaap yaitu Come See Mie, festival immersive dan multi-sensory event yang tiap tahun menyajikan tema berbeda, dimana tahun ini kami membawa tema “Wonderland”. Dengan semangat bold to boundless wonder dan brings taste to people’s lives ini yang terus kami hidupi setiap harinya,” tambahnya.

Semangat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Come See Mie Fest 2026 bertema “Sluurp Away to Sedaap Wonderland” yang berlangsung di Hutan Kota GBK, Jakarta, pada 11-14 Juni 2026. Festival ini dirancang sebagai ruang eksplorasi yang menggabungkan pengalaman visual, teknologi kreatif, instalasi artistik, dan berbagai aktivitas interaktif dalam satu konsep imersif.

Melalui festival tersebut, pengunjung diajak masuk ke dunia fantasi yang dipenuhi berbagai elemen kreatif sehingga tidak hanya menikmati kuliner dan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari sebuah pengalaman yang dapat dibagikan bersama komunitas maupun di media sosial.

Katria menilai bahwa perilaku generasi muda saat ini telah mengalami perubahan. Mereka tidak lagi sekadar mencari produk yang berkualitas, tetapi juga pengalaman yang memiliki nilai emosional.

BACA JUGA  ISOPLUS Run Series 2026 Siap Digelar, Target 17.000 Pelari di Dua Kota

“Karena itu, Mie Sedaap terus mendorong batas inovasi, we break the boundaries, bukan hanya dalam rasa, tetapi juga dalam kreativitas dan pengalaman yang kami hadirkan bagi konsumen,” lanjutnya.

Selain menghadirkan pengalaman baru melalui festival, Mie Sedaap juga memperluas kategori produknya dengan meluncurkan Ramen YES yang terinspirasi dari cita rasa ramen Jepang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas segmen konsumen sekaligus menghadirkan pilihan rasa yang lebih beragam.

Pada kesempatan yang sama, Mie Sedaap turut memperkenalkan pembaruan resep untuk varian Kari Kental Special. Varian yang termasuk dalam lima produk favorit konsumen tersebut kini hadir dengan kuah yang lebih kental, racikan rempah yang lebih kaya, serta tekstur mi yang lebih kenyal.

Kehadiran inovasi produk dan pengalaman kreatif tersebut mendapat perhatian dari musisi Afgan yang kini dipercaya sebagai Brand Ambassador Mie Sedaap Soto.

“Ternyata merek mi instan bisa bikin festival anak muda yang se-masif dan se-konseptual ini. Biasanya kan event-event yang skalanya sebesar dan se-imersif ini dibikin sama festival promotor yang emang udah established. Apalagi buat aku pribadi, momen tahun 2026 ini rasanya kayak ‘elevated’ karena tahun lalu (2025), aku sempat terlibat di Come See Mie Fest tapi sebagai performer di atas panggung Mall Kota Kasablanka,” ujar Afgan.

BACA JUGA  Para Menteri Borong Produk UMKM Binaan PLN di KTT ASEAN Labuan Bajo

Penyanyi tersebut mengaku bangga bisa kembali terlibat dalam festival yang sama dengan peran yang lebih besar tahun ini.

“Tahun ini aku balik lagi ke festival yang sama, tapi dengan peran baru yang lebih besar, dipercaya sebagai Brand Ambassador. Tentunya turut bangga dan senang menjadi keluarga besar dari Mie Sedaap, karena saya melihat sendiri bagaimana brand ini terus berkembang mengikuti zaman, dan berusaha tetap dekat dengan konsumennya,” tambah Afgan.

Lebih dari sekadar produk makanan, Mie Sedaap kini berupaya membangun identitas sebagai merek yang menghubungkan rasa, kreativitas, budaya, dan komunitas dalam satu ekosistem pengalaman.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi panjang yang membawa merek ini dari seorang penantang pasar menjadi brand global yang kini hadir di puluhan negara.(04)