JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan produk Usaha Mikro, Kecilbdan Menengah (UMKM) Indonesia memiliki peluang besar untuk menguasai pasar ritel modern.
Namun, hal itu hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan jaringan ritel modern, disertai peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing dengan merek nasional maupun internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Santoso saat membuka peluncuran Program Perluasan Akses Pasar Produk Fesyen UMKM ke jaringan Metro Department Store di Trans Studio Mall Cibubur, Kamis (9/7/2026).
Menurut Budi, Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar sehingga harus dimanfaatkan sebagai peluang bagi produk lokal untuk berkembang.
Pemerintah, kata dia, tidak menutup diri terhadap masuknya produk maupun investasi asing, tetapi ingin menciptakan ekosistem usaha yang sehat sehingga produk lokal mampu berdampingan dan bersaing secara kompetitif dengan merek global.
“Kita ingin pasar kita yang besar di dalam negeri ini diisi oleh produk-produk lokal. Bagaimana produk lokal ini bisa berdampingan dengan produk asing dan berkolaborasi secara sehat,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong berbagai program yang membuka akses pasar bagi UMKM. Salah satunya melalui kerja sama dengan Metro Department Store yang memberikan ruang lebih luas bagi produk fesyen lokal untuk dipasarkan di jaringan ritel modern.
Menurut Budi, keberhasilan program tersebut menunjukkan bahwa kualitas produk UMKM Indonesia semakin meningkat dan mampu memenuhi standar yang diterapkan pusat perbelanjaan modern.
Ia menilai, semakin banyak produk lokal yang hadir di pusat perbelanjaan akan memperkuat daya saing UMKM sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk buatan dalam negeri.
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan pemerintah juga melakukan perubahan pendekatan kebijakan dalam mendorong penggunaan produk lokal di sektor ritel modern.
Sebelumnya, pemerintah menerapkan ketentuan yang mewajibkan ritel modern menyediakan sedikitnya 30 persen ruang bagi produk lokal. Kini, pendekatan tersebut diubah menjadi pola kemitraan dan kolaborasi yang lebih berorientasi pada kualitas.
Menurutnya, kebijakan baru ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Ritel modern tidak dipaksa menerima produk yang belum memenuhi standar, sementara pelaku UMKM didorong meningkatkan kualitas agar mampu bersaing secara profesional.
“Kolaborasi ini harus seimbang antara ritel modern dengan produk lokal. Artinya, kalau ingin masuk ke ritel modern, syaratnya produknya harus berkualitas. Kalau tidak berkualitas, tentu tidak bisa masuk,” jelasnya.
Budi menambahkan, peningkatan kualitas menjadi kunci utama agar produk UMKM tidak hanya mampu menguasai pasar domestik, tetapi juga menembus pasar ekspor.
Ia optimistis pelaku UMKM Indonesia memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan tren global, mulai dari desain produk, inovasi, hingga standar kualitas yang dibutuhkan pasar internasional.
“Teman-teman UMKM kita memang luar biasa. Mereka terus mengikuti perkembangan produk dan mampu beradaptasi dengan persaingan global yang semakin ketat,” katanya.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor ritel modern, Budi berharap semakin banyak produk lokal yang dapat memperluas pangsa pasar serta meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Presiden Komisaris Metro Department Store Anita Ratnasari Tanjung menyampaikan dukungan penuh terhadap program pemerintah dalam memperluas akses pasar bagi produk UMKM Indonesia.
Menurut Anita, kerja sama dengan Kemendag menjadi langkah strategis untuk menghadirkan lebih banyak produk lokal berkualitas di jaringan Metro Department Store.
“Merupakan suatu kehormatan bagi Metro Department Store bersama Kementerian Perdagangan RI menghadirkan inisiatif yang bertujuan memperluas akses pasar bagi produk UMKM lokal Indonesia. Dengan bergabungnya Metro dalam program ini, kami berkomitmen terus mengedepankan produk Indonesia,” ujar Anita.
Ia mengungkapkan, saat ini sekitar 60 persen produk yang dipasarkan di seluruh gerai Metro Department Store merupakan produk UMKM dan merek lokal Indonesia.
Komposisi tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung industri kreatif nasional sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
Selain memperbesar porsi produk lokal, Metro Department Store juga terus melakukan ekspansi jaringan bisnis ke berbagai kota di Indonesia, di antaranya Karawang, Bandung, Depok, Surabaya, Solo, Makassar, dan Manado.
Dengan semakin luasnya jaringan gerai Metro, peluang pemasaran produk UMKM Indonesia juga diperkirakan akan semakin besar.
Anita berharap sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan sektor ritel modern dapat terus diperkuat sehingga mampu mendorong lahirnya produk-produk lokal yang inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi nasional berbasis UMKM sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk buatan Indonesia di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.(EGI/09)










