DEPOK, SUDUTPANDANG.ID – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Langgeng Ikhlas di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, terus membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Selama enam tahun beroperasi, lembaga pendidikan nonformal tersebut telah meluluskan sekitar 500 warga belajar dari berbagai latar belakang.
Berlokasi di Jalan Bhakti Nomor 29, Kelurahan Bojongsari Baru, PKBM Langgeng Ikhlas menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam mengakses pendidikan formal.
Pendiri sekaligus pengelola PKBM Langgeng Ikhlas, Sofa Yunari, mengatakan, lembaga tersebut didirikan untuk memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat yang terkendala faktor ekonomi, usia, maupun kondisi sosial lainnya.
“Masih banyak masyarakat yang memiliki semangat belajar, tetapi terkendala biaya, usia, maupun berbagai faktor lainnya. Karena itu kami berupaya menghadirkan pendidikan yang terbuka dan dapat diakses oleh semua kalangan,” kata Sofa Yunari dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Sofa menerangkan, PKBM Langgeng Ikhlas menyediakan Program Paket A setara sekolah dasar (SD), Paket B setara sekolah menengah pertama (SMP), dan Paket C setara sekolah menengah atas (SMA).
Selain itu, lanjutnya, lembaga tersebut juga menyelenggarakan sejumlah pelatihan keterampilan bagi warga belajar.
“Seluruh layanan pendidikan, mulai dari pendaftaran, kegiatan belajar mengajar, penyediaan modul pembelajaran hingga pelaksanaan ujian, diberikan tanpa biaya kepada peserta didik,” ungkapnya
Sofa menerangkan, dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan dan pembentukan karakter.
“Adapun materi pembelajaran dikembangkan melalui aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif untuk mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh,” terangnya.
Ia menambahkan, kegiatan belajar di PKBM Langgeng Ikhlas juga melibatkan partisipasi aktif warga belajar dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan pembelajaran. Pola tersebut diterapkan untuk mendorong kemandirian dan kebersamaan di lingkungan belajar.
“Meski memiliki keterbatasan sarana dan fasilitas, kegiatan pendidikan di PKBM Langgeng Ikhlas tetap berjalan secara berkelanjutan. Sejak berdiri pada 2020 hingga 2026, lembaga tersebut telah meluluskan sekitar 500 warga belajar,” ucapnya.
Keberadaan PKBM Langgeng Ikhlas menjadi salah satu alternatif pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat menempuh pendidikan melalui jalur formal.
Melalui program pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan, warga belajar memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mendapatkan ijazah sesuai jenjang yang ditempuh.
“Hingga kini, PKBM Langgeng Ikhlas terus menjalankan program pendidikan nonformal bagi masyarakat di Kota Depok dan sekitarnya dengan fokus pada perluasan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya penuh semangat.(red)










