Wisata  

Flores Timur Promosikan Wisata Melalui Gerakan Bale Nagi

Folres Timur
Flores Timur NTT mempromosikan wisata melalui Gerakan Bale Nagi (GBN) di Gedung Sapta Pesona Balairung Soesilo Soedarman Kemenparekraf/dok.Kemenparekraf

Jakarta,SudutPandang.id-Kabupaten Flores Timur NTT mempromosikan potensi wisata daerahnya melalui Gerakan Bale Nagi (GBN) di Gedung Sapta Pesona Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

Menurut Ketua Pelaksana GBN Simon Lamakadu, gerakan ini bertujuan untuk mengajak orang-orang Flores Timur yang berada di luar Larantuka untuk pulang kampung saat Pekan Suci Semana Santa. Ia menjelaskan, GBN merupakan frasa melayu Larantuka yang berarti pulang kampung.

IMG-20220125-WA0002

“Bagi orang Flores Timur frasa ini memiliki arti khusus untuk mengajak masyarakat Flores Timur untuk mengangkat potensi wisata alam, budaya, dan wisata religi yang ada di daerahnya seperti hari paskah yang digelar perhelatan Semana Santa,” kata Simon Lamakadu.

Flores Timur
Launching Gerakan Bale Nagi (GBN) di Gedung Sapta Pesona Balairung Soesilo Soedarman Kemenparekraf/dok.Kemenparekraf

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur Apolonia Corebima mengatakan, GBN ini merupakan sinergi antara diaspora yang ada di luar Flores Timur. Pada tahun lalu sudah digelar Festival Bale Nagi yang tujuannya untuk menjadi daya tarik baru bagi para peziarah. Ajang itu ternyata mampu menjaring wisatawan ke wilayah Larantuka.

“Biasanya wisatawan yang datang ke Larantuka saat Samana Santa hanya 1-2 hari. Semoga dengan digelarnya gerakan dan Festival Bale Nagi, lama tinggal wisatawan bisa semakin panjang mencapai 7 hari,” katanya.

Larantuka
Larantuka/dok.Kemenparekraf

Nia sapaan akrab Apolonia Corebima juga menerangkan, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menghadirkan atraksi bagi wisatawan. Di antaranya festival tenun ikat, kuliner lokal, dan berbagai kegiatan lainnya sebelum akhirnya mengikuti prosesi Semana Santa atau Pekan Suci yang merupakan sebuah perayaan liturgi dan devosi umat Katolik di Larantuka.

Peziarah
Peziarah dari mancanegera hadir di Larantuk/dok.Kemenparekraf

“Setiap tahunnya, banyak wisatawan asing yang antusias mengikuti ritual rohani yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah dalam sejarah umat Kristen-Katolik tersebut,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata yang saat ini berubah nomenklatur menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizky Handayani,

“Ratusan orang peziarah dari mancanegera hadir di Larantuka. Karena Semana Santa ini sudah ada sejak dahulu di Larantuka, prosesinya hampir sama dengan yang ada di Portugal. Jadi ini menjadi daya tarik wisata religi bagi wisatawan,” tambah Rizky.(bmg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.