Meletus Lagi, Badan Geologi: Jangan Beraktivitas Di Radius 5 Km Gunung Lewotobi-NTT

Gunung Lewotobi
Tangkapan layar visual meletusnya Gunung Lewotobi Laki-Laki, Selasa 7/7/2026), pukul 16:40 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 2284 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. FOTO: HO-PVMBG Magma Indonesia

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus lagi pada Selasa (7/7/2026). Badan Geologi mengimbau masyarakat setempat tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 km dari pusat erupsi.

“Rekomendasi kami, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki,” demikian laporan petugas Bramantya Aji Putra Mahendra yang dikutip sudutpandang.id dari laman magma.esdm.go.id di Jakarta, Selasa (7/7).

Gunung itu tercatat mengalami delapan kali erupsi sejak Selasa (7/7) dini hari hingga sore, di mana tinggi kolom abu tertinggi mencapai 1.400 meter di atas puncak.

BACA JUGA  KSOP Kupang Sigap Tangani Kerangka Kapal yang Tenggelam

Pada Selasa (7/7) pukul 16:40 WITA tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak (± 2284 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 10.5 mm dan durasi 140 detik.

Rekomendasi lainnya yang disampaikan yakni masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.

Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

BACA JUGA  Lontarkan Abu Setinggi 4.000 Meter, Gunung Dukono di Halmahera Meletus

Lalu, masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Untuk pemda diminta senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi NTT atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi (PVMBG), Badan Geologi di Bandung.

PVMBG akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Gunung Lewotobi Laki-laki.

Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki atau mengubungi PVMBG, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606.(red/02)