Daerah  

Gerak Cepat Polri Amankan Warga Timika dari Teror KKB

Petugas Kepolisian membagikan makanan kepada pengungsi Timika/dok.Satgas Humas Nemangkawi

Papua, SudutPandang.id-Pasca penyerangan dan penembakan di Polsek Tembagapura oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pada Senin (2/3/2020) lalu. Polri langsung bergerak cepat dengan melakukan evakuasi sekitar 800 warga di wilayah Pegunungan Timika, Papua.

Warga dievakuasi oleh personel Polsek Tembagapura dibantu Satgas Nemangkawi bersama jajaran Polda Papua. Mereka berasal dari Desa Utikini, Desa Banti dan Desa Kimbely.

IMG-20220125-WA0002

Aksi gerak cepat Korps Bhayangkara ini, untuk menjaga kondusifitas keamanan negara serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Papua dari aksi teror KKB.

“Hingga pukul 18.00 WIT didata sudah hampir kurang lebih 800 orang yang mengungsi, terdiri dari anak-anak, wanita, dan laki-laki,” ujar Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto dalam keterangan pers, Jumat, (6/3/2020).

Hermanto menerangkan, para pengungsi bertempat tinggal dari Kampung Longsoran, Kampung Batu Besar, dan Kimbeli, serta kemungkinan besok akan ada lagi dari Kampung Banti.

“Kemudian setelah diverifikasi para pengungsi dengan mendatakan tanda pengenal, selanjutnya disiapkan sebanyak 13 truk akan digunakan untuk masyarakat yang akan menuju ke Timika,” jelasnya.

Selanjutnya, menurut Hermanto, di Timika juga sudah disiapkan kendaraan truk yang akan mengantar warga hingga ke kediaman mereka di Kota Timika, seperti ke wilayah transmigrasi SP 5, SP 12, Kampung Kwamki, dan daerah lainnya.

Siapkan Makan dan Minum

Petugas Kepolisian membagikan makanan kepada pengungsi Timika/dok.Satgas Humas Nemangkawi

“Untuk warga yang masih menunggu kendaraan bus, kami siapkan makan dan minuman sambil menunggu kendaraan ke Timika,” katanya.

Ia menuturkan, pada pukul 05.00 WIT, bermula terlihat 30 orang masyarakat Pegunungan Timika melewati jalur dari Utiikini menuju ke Polsek Tembagapura.

“Suasana di kampung mereka sudah tidak nyaman, terkait adanya KKB yang sudah menempati dan mengganggu masyarakat kampung, bahkan meminta makanan dengan paksa dan tak segan menodongkan senjata ke arah warga,” ungkap Hermanto.

“Kami ucapkan terima kasih banyak untuk Bapak Polisi yang sudah menjaga dan kasih makan kami sampai antar kami ke Kota Timika, Kami terima kasih banyak, karena di kampung kami takut, dan tidak aman, anak-anak kami kasihan mereka,“ ucap Tokoh Pemuda Waa-Banti, Agus Beanal.(itoh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.