Berita  

Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Mina Usai Lempar Jumrah

Avatar photo
Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Mina Usai Lempar Jumrah
Para jemaah haji dari berbagai negara seusai melempar jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/5/2026) waktu setempat. (Foto: Dok. Antara)

SUDUTPANDANG.ID – Ribuan jemaah haji Indonesia mulai meninggalkan Mina menuju Makkah pada Jumat (29/5/2026) setelah menuntaskan rangkaian lempar jumrah dan mabit selama hari-hari tasyrik. Mayoritas jemaah memilih nafar awal sehingga dapat kembali lebih cepat ke hotel masing-masing di Makkah.

Pergerakan jemaah berlangsung sejak pagi hari dengan menggunakan armada bus yang telah disiapkan petugas.

Proses keberangkatan dilakukan secara bertahap untuk menghindari kepadatan sekaligus memastikan kelancaran arus jemaah dari Mina ke Makkah.

Wakil Satgas Mina, Zaenal Muttaqin, mengatakan jemaah Indonesia mulai bergerak meninggalkan Mina sejak sekitar pukul 06.30 hingga 07.00 waktu setempat.

“Jadi jam setengah 7 atau jam 7 jemaah haji Indonesia sudah mulai meninggalkan Mina,” ujar Zaenal kepada Tim Media Center Haji, Jumat (29/5).

BACA JUGA  Bismillah, Bupati Asahan Lepas 161 Jemaah Calon Haji

Data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mencatat sebanyak 132.568 jemaah Indonesia memilih nafar awal atau meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah 1447 Hijriah.

Jumlah tersebut setara sekitar 68 persen dari total jemaah Indonesia yang menjalani mabit di Mina.

Menurut Zaenal, dari total 527 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia, sebanyak 424 kloter dijadwalkan bergerak meninggalkan Mina pada hari itu.

Mereka telah menyelesaikan seluruh rangkaian wajib haji di Mina, termasuk mabit dan lempar jumrah selama hari tasyrik.

“Untuk hari ini, pemberangkatan terakhir pukul 14.00 dan diusahakan seluruh pergerakan selesai sekitar pukul 17.00,” katanya.

Petugas haji juga mengingatkan jemaah agar meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam apabila memilih nafar awalM

BACA JUGA  Timwas Haji DPR: Banyak Laporan Jamaah Indonesia Telantar di Muzdalifah

Jika tidak berhasil keluar dari Mina sebelum waktu magrib, jemaah wajib melanjutkan mabit hingga 13 Zulhijah dan mengikuti nafar tsani.

“Mereka harus sudah keluar dari Mina sebelum terbenamnya matahari,” kata Zaenal.

Selain jemaah yang bermalam di Mina, lebih dari 20.000 jemaah tercatat mengikuti program tanazulM

Program tersebut memungkinkan jemaah kembali ke hotel di Makkah tanpa harus menginap di Mina selama pelaksanaan hari tasyrik.

Berdasarkan pemantauan petugas, sebagian besar peserta tanazul juga memilih nafar awal.

Demikian pula sejumlah jemaah yang menjalankan tanazul secara mandiri di luar program resmi.

Untuk mendukung kelancaran ibadah, otoritas haji sebelumnya telah mengatur jadwal lempar jumrah bagi jemaah Indonesia.

Pengaturan tersebut dilakukan guna mengurangi kepadatan di area Jamarat sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan jemaah saat menjalankan ibadah.

BACA JUGA  Koramil Maron Melakukan Pendampingan Serap Gabah Petani

Sementara itu, jemaah yang memilih nafar tsani masih akan melanjutkan mabit di Mina hingga Sabtu (30/5/2026).

Mereka dijadwalkan kembali melaksanakan lempar jumrah pada 13 Zulhijah sebelum meninggalkan Mina dan kembali ke Makkah.(red)