Kapendam Jaya: Layakkah Perkotaan Tersentuh TMMD?

Dwi Indra Wirawan
Kapendam Jaya Letkol Cpm Dwi Indra Wirawan (Foto:dok.Pendam Jaya)

Menilik dari program TMMD yang dilaksanakan di Kelurahan Teluk Pucung Kota Bekasi, maka dapat disimpulkan bahwa wilayah perkotaan masih layak membutuhkan sentuhan program TMMD dengan memperhatikan situasi dan lingkungannya.”

BEKASI, SUDUTPANDANG.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) prioritas sasarannya diarahkan pada pedesaan tergolong sebagai daerah miskin tertinggal, terpencil, terisolir, perbatasan pulau-pulau kecil terluar tentu sangat tepat memperoleh sentuhan program tersebut.

IMG-20220125-WA0002

Bagaimana jika wilayah perkotaan menjadi sasaran kegiatan TMMD, layakkah dan patut dipertimbangkan?.

Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat ditemui di ruang kerjanya, ia mengapresiasi program TMMD Reguler ke-113 tahun 2022 yang dilaksanakan di Teluk Pucung, Kota Bekasi.

“Sangat tepat TMMD menyentuh ke wilayah perkotaan padat penduduk, sehingga penataan lingkungannya lebih tertata rapih,“ ungkap Plt Wali Kota Bekasi, dalam keterangan yang terima redaksi, Senin (13/6/2022).

Kapendam Jaya Cpm Dwi Indra Wirawan menerangkan, kegiatan TMMD merupakan keterpaduan antara TNI bersama pemerintah daerah sebagai upaya percepatan terobosan pembangunan serta sebagai langkah peningkatan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kedua hal mengenai penempatan objek sasaran dari Program TMMD, baik itu pada wilayah pedesaan maupun perkotaan sah-sah saja dengan mempertimbangkan kondisi wilayahnya, terutama penetapan pada sasaran TMMD perkotaan.

Dilihat dari pelaksanaan TMMD Reguler ke-113 TA 2022, Kodam Jaya memilih lokasi Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi (Kodim 0507/Bekasi) sebagai sasarannya. Padahal wilayahnya termasuk perkotaan, mengapa masih perlu sentuhan TMMD?.

Menitikberatkan pada aspek geografis, letak Kota Bekasi dekat dengan Ibu Kota Negara Jakarta, dimana daerah ini cukup menjanjikan dengan banyaknya wilayah industri. Hal ini memicu setiap orang untuk tinggal dan berusaha mencari kehidupan di sana. Di sisi lain, urban masyarakat ke daerah tersebut mengakibatkan pemukiman penduduk menjadi kian padat.

Animo masyarakat dalam mencari tempat hunian dekat dengan pekerjaan kadang kala tidak memikirkan kondisi lingkungan. Tak ayal lingkungannya kian hari menjadi kumuh, kotor dengan kondisi gang sempit hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, perlu penataan lingkungan.

Bahkan drainase saluran air pun tidak ada, sehingga pada musim penghujan lingkungan tersebut menjadi kubangan air, potensi terjangkitnya penyakit acap kali mengancam kesehatan warga pemukiman.

“Hal inilah yang menjadi pertimbangan, Kodam Jaya memilih Kelurahan Teluk Pucung, Kota Bekasi sebagai sasaran program TMMD ke-113 TA 2022 yang dilaksanakan mulai 11 Mei berakhir 9 Juni 2022 dengan tema “TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI,” jelas Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto.

Terciptanya sinergi antara TNI Polri dengan pemerintah daerah setempat dalam cipta lingkungan melalui penataan pemukiman kumuh menjadi lingkungan nyaman. Hal inilah prioritas yang hendak dicapai pada TMMD ke-113 Kota Bekasi.

“Memajukan daerah itu bukan milik dan tanggung jawab pemerintah daerah saja akan tetapi butuh sentuhan pihak lain seperti TNI, melalui aparat teritorial TNI dapat dikolaborasikan untuk menciptakan pelayanan publik dan mewujudkan penataan lingkungan yang baik,” ujarnya.

Program TMMD juga membantu pemerintah memberdayakan wilayah serta meningkatkan sistem ketahanan negara dengan mempotensikan dan mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh, kuat, guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Letkol Kav Luluk Setyanto, M.P.M Dansatgas TMMD Ke-113 TA 2022, mengakui program TMMD hakekatnya membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pelaksanaan fisik maupun non fisik itu ciri Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) Juang yang tangguh dalam mengatasi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan di wilayah,” katanya.

Adapun sasaran TMMD ke-113 TA 2022 di Kota Bekasi meliputi peningkatan jalan lingkungan, peningkatan saluran air (Uditch) serta renovasi 4 rumah tidak layak huni.

Kemudian, sosialisasi penyuluhan Belneg/Wasbang, Bintal, Yankes, pertanian, hukum dan kamtibmas, perikanan, perternakan, lingkungan hidup dan kehutanan, Posyandu, Posbindu PTM dan Stunting masih gencar pada TMMD.

Disini peran dan fungsi satuan Pendam Jaya selama berlangsungnya TMMD meliput dan mempublikasikan mulai awal pembukaan sampai dengan selesai. Melibatkan peran serta dari media, baik media online, media cetak dan elektronik.

Ada target waktu dalam TMMD, dimana masyarakat bersama-sama dengan Satgas TNI, Polri, Pemerintah Kota dan elemen masyarakat mengerjakan masing-masing sasaran dengan baik, sehingga semuanya berjalan cepat dan selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Bermanfaat

Kerja sama dan kebersamaan adalah pesan yang ingin disampaikan dalam kegiatan TMMD.

“Kita semua berharap hasilnya dapat bermanfaat, dapat meningkatkan kondisi lingkungan dan kesejahteraan, khususnya bagi warga masyarakat Kelurahan Teluk Pucung Kota Bekasi,” harapnya.

Beragam tanggapan warga di lokasi TMMD, salah satunya drainase sangat dibutuhkan untuk saluran air saat hujan,

“Perbaikan drainase yang dilakukan TNI sangat tepat dan memang sudah sejak lama dinantikan warga. Mudah-mudahan setelah ada drainase tidak ada genangan air lagi dan warga bisa merawatnya,” ucap salah seorang warga Kelurahan Teluk Pucung.

Berkat adanya program TMMD ke-113 di Kota Bekasi, perubahan juga dirasakan oleh Rohili, Hardiman, Kuswandi dan Alwi yang kini rumahnya layak huni.

“Menilik dari program TMMD yang dilaksanakan di Kelurahan Teluk Pucung Kota Bekasi, maka dapat disimpulkan bahwa wilayah perkotaan masih layak membutuhkan sentuhan program TMMD dengan memperhatikan situasi dan lingkungannya,” kata Kapendam.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.