Wisata  

Kemenparekraf Sukses Promosikan Wonderful Indonesia di China

Kemenparekraf promosi Wonderful Indonesia di dua kota besar China/Dok.Kemenparekraf

Jakarta, SudutPandang.id-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempromosikan pariwisata Indonesia yang dikemas dalam brand Wonderful Indonesia dalam ajang Consumer Selling di dua kota besar di China, Beijing dan Zhengzhou.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengatakan, Consumer Selling di Focus Mall Beijing dan Sheng Yue Cheng- Zhengzhou, Tiongkok pada 14-15 Desember berlangsung sukses.

IMG-20220125-WA0002

“Masyarakat Tiongkok antusias mengunjungi booth Wonderful Indonesia dalam event hasil kerja sama Kemenparekraf dengan China Bamboo Garden, wholesaler pariwisata terbesar di wilayah Tiongkok Utara,” kata Vinsensius dalam keterangan pers di Jakarta yang diterima redaksi, Minggu (22/12/2019).

Ia menuturkan, pihaknya mengenalkan destinasi pariwisata Indonesia termasuk paket-paket wisata menarik seperti paket wisata Bali, Labuan Bajo, dan Batam-Bintan.

“Kegiatan consumer selling ini juga dimeriahkan dengan program-program menarik, seperti pertunjukan kesenian tradisional Indonesia, permainan interaktif berhadiah merchandise, dan pembagian voucher dari China Bamboo Garden. Event ini juga menetapkan empat pemenang doorprize yang berhasil memenangkan perjalanan wisata “Wonderful Trip” ke Bali,” papar Vinsensius.

Promosi Wonderful Indonesia di dua kota besar di China/Dok.Kemenparekraf

“Dua pemenang terpilih dari pengunjung mall perharinya di tiap kota. Salah satu diantaranya, Zhou Xiao Zhou dan Guo Pan yang berhasil memenangkan doorprize liburan ke Bali,” sambungnya.

Menurut Vinsensius, Tiongkok merupakan pasar penyumbang outbound terbesar di dunia. Pada 2018, angka perjalanan wisatawan Tiongkok mencapai 150 juta wisatawan. Hal ini berdampak pada negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang telah mendatangkan wisman Tiongkok sebesar 2 juta wisman dalam dua tahun terakhir ini.

Meski angka tersebut cukup besar, namun menurut Vinsensius, angka itu berarti Indonesia hanya mendapat 1,4 persen saja dibandingkan dengan total outbound Tiongkok ke seluruh dunia.

“Hal ini terkendala masalah kurangnya ‘seat capacity’ dari Tiongkok ke Indonesia sehingga program ‘chartered flight’ ataupun ‘blocking seat’ bagi turis Tiongkok akan terus diterapkan terutama di kota-kota di Tiongkok yang tidak memiliki penerbangan langsung ke Indonesia,” ungkapnya. (bmg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.