Ketua TP PKK Asahan Tinjau Program Pokja I di Desa Tanjung Asri

Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, meninjau pelaksanaan Program Pokja I dan PAAREDI di Desa Tanjung Asri, Kecamatan Sei Dadap, sekaligus mengapresiasi berbagai inovasi remaja, program literasi, dan gerakan penguatan ketahanan keluarga berbasis masyarakat. (Foto: ist/sp). 

ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, melakukan kunjungan kerja ke Desa Tanjung Asri, Kecamatan Sei Dadap, untuk meninjau pelaksanaan Program Kelompok Kerja (Pokja) I yang berfokus pada pembinaan keluarga dan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI), Rabu (10/6/2026).

Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya TP PKK Kabupaten Asahan dalam memastikan berbagai program pemberdayaan keluarga dan pembinaan generasi muda berjalan optimal di tingkat desa.

Selain melakukan monitoring, rombongan juga melihat secara langsung sejumlah inovasi masyarakat yang dinilai berhasil mendukung penguatan ketahanan keluarga dan pengembangan potensi remaja.

Dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan didampingi Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Kepala Dinas Perpustakaan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pendamping, Kepala Desa Tanjung Asri, serta perangkat desa setempat.

Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, meninjau pelaksanaan Program Pokja I dan PAAREDI di Desa Tanjung Asri, Kecamatan Sei Dadap, sekaligus mengapresiasi berbagai inovasi remaja, program literasi, dan gerakan penguatan ketahanan keluarga berbasis masyarakat. (Foto: ist/09)

Ny. Yusnila mengatakan, program Pokja I memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang berkualitas melalui pembinaan karakter, peningkatan pola asuh yang tepat, serta penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Selama kunjungan berlangsung, rombongan meninjau sejumlah program inovatif yang dikelola oleh kelompok remaja desa.

Beberapa di antaranya adalah Kolam Ikan Remaja, Pangkas Remaja Kita, Bengkel Remaja Mandiri, serta pemanfaatan lahan untuk Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Remaja.

BACA JUGA  Pasangan Suami-Istri Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Unair

Program-program tersebut dirancang sebagai sarana pembinaan generasi muda agar memiliki aktivitas positif, produktif, dan mampu mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

Selain menjadi wadah kreativitas, inovasi tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kemandirian dan jiwa kewirausahaan di kalangan remaja.

Menurut Ny. Yusnila, keterlibatan aktif generasi muda dalam berbagai kegiatan produktif merupakan salah satu langkah strategis untuk membentuk karakter yang kuat sekaligus menghindarkan mereka dari pengaruh negatif lingkungan dan penggunaan teknologi yang tidak bijak.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) secara simbolis kepada sejumlah anak di Desa Tanjung Asri.

Penyerahan KIA ini menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pemenuhan hak-hak anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan sejak usia dini.

Selain penyerahan KIA, berbagai bantuan dari OPD pendamping juga disalurkan kepada masyarakat sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dalam mendukung program pemberdayaan keluarga dan kesejahteraan masyarakat desa.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada di Desa Tanjung Asri.

Pada kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung proses pembelajaran serta berbagai fasilitas yang digunakan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

BACA JUGA  Fikom UMB Gelar Pengabdian Masyarakat Cetak Generasi Emas Indonesia

Tidak hanya fokus pada pembinaan anak dan remaja, kunjungan tersebut juga menyoroti inovasi masyarakat dalam bidang literasi dan ketahanan keluarga.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah ATM BUGIZ atau Antar Jemput Buku dan Gizi.

Program ini merupakan kolaborasi antara Dasawisma Mawar dan Perpustakaan Desa Cerdas Prestasi yang bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengakses bahan bacaan dengan lebih mudah sembari mendapatkan edukasi terkait pentingnya pemenuhan gizi keluarga.

Inovasi lainnya yang mendapat apresiasi adalah GEMA JAMBA atau Gerakan Matikan TV dan Gadget di Jam Ibadah yang digagas oleh Dasawisma Dahlia I.

Program ini mengajak seluruh anggota keluarga untuk mematikan televisi dan perangkat digital setiap pukul 18.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Waktu tersebut kemudian dimanfaatkan untuk beribadah, belajar, berdiskusi, dan mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Gerakan ini dinilai relevan dengan tantangan kehidupan modern yang ditandai dengan tingginya penggunaan gadget dan media digital di lingkungan keluarga.

Menurut Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, program seperti GEMA JAMBA menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Ia menegaskan bahwa pembinaan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar tujuan pembangunan keluarga berkualitas dapat tercapai.

BACA JUGA  4 Pintu Masuk Bromo-Tengger-Semeru Ditutup Akibat Karhutla

Seluruh rangkaian monitoring dan evaluasi program Pokja I di Desa Tanjung Asri berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga berakhir sekitar pukul 17.30 WIB dengan sesi foto bersama.

Di akhir kunjungannya, Ny. Yusnila Indriati Taufik menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Tanjung Asri, kader PKK, kelompok dasawisma, serta masyarakat yang telah aktif mengembangkan berbagai program inovatif berbasis keluarga dan masyarakat.

Ia berharap berbagai inovasi yang telah berjalan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Asahan.

Menurutnya, program yang berorientasi pada penguatan karakter, pola asuh anak yang tepat, peningkatan literasi, serta penguatan nilai keagamaan sangat sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Asahan menuju masyarakat yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan. (MA/09).