Hemmen
Berita  

Kotak Suara Dibakar Massa, Begini Penjelasan KPU Papua Tengah

Papua Tengah
Aksi perusakan logistik Pemilu 2024 di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (12/2/2024). (Sumber: Kompas.id)

NABIRE, SUDUTPANDANG.ID – Ketua KPU Papua Tengah Jenifer Tabuni menyebut perusakan dan pembakaran kotak suara di Kabupaten Paniai terjadi karena kesalahpahaman, Selasa (13/2/2024).

KPU Papua Tengah sendiri menggelar konferensi pers usai beredar video massa membongkar dan membakar kotak suara di Distrik Kebo, Paniai. Massa menganggap ada indikasi kecurangan karena logistik Pemilu 2024 yang didistribusikan disebut tidak memuat formulir C-Hasil.

Kemenkumham Bali

”Kami pastikan semuanya lengkap di dalam kotak suara. Selain itu, massa juga termakan isu, jika formulir C-Hasil adalah palsu karena tidak memiliki hologram seperti di 2014 dan 2019. Padahal, untuk Pemilu 2024 ini tidak lagi berhologram, tetapi menggunakan barcode,” kata Jenifer dalam konferensi pers di Nabire, Selasa (13/2/2024).

BACA JUGA  Enam Polda Jadi Prioritas Tangani Karhutla

Kesalahpahaman tersebut disinyalir disebarkan oleh pihak tertentu. Ia menyebut ada provokator yang diduga menghambat penyelenggaraan pemilu di Papua Tengah.

Anggota KPU Papua Tengah, Octovianus Takimai menyebut keselahapahaman tersebut disinyalir disebarkan oleh pihak tertentu. Ia menyebut ada provokator yang diduga menghambat penyelenggaraan pemilu di Papua Tengah.

Octovianus juga mengaku menyayangkan panitia penyelenggara pemilu di tingkat distrik yang dinilainya gagal memberi edukasi. Ia menduga panitia tidak memahami utuh sejumlah perubahan teknis terkait logistik Pemilu 2024.

”Kemungkinan para penyelenggara di tingkat bawah ini tidak maksimal saat menerima materi bimtek (bimbingan teknis) sehingga mereka juga tidak bisa memberikan edukasi dengan baik kepada masyarakat,” kata Octovianus dikutip Kompas.id. (06)