Malam hingga Pagi Hari di Bali Terasa Lebih Dingin, BMKG Ungkap Penyebabnya

Avatar photo
Malam hingga Pagi Hari di Bali Terasa Lebih Dingin, BMKG Ungkap Penyebabnya
Gunung Agung di Bali. (Foto: Dok.Instagram @dolanbareng_id)

DENPASAR, SUDUTPANDANG.ID – Suhu udara di sejumlah wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyebut kondisi tersebut merupakan fenomena normal yang biasa terjadi saat puncak musim kemarau.

Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Maria Octorina, menjelaskan, suhu dingin umumnya mulai terasa pada periode Juni hingga Agustus.

Menurutnya, fenomena ini dipengaruhi gerak semu tahunan matahari dan aktifnya monsun Australia.

“Posisi matahari saat ini berada di Belahan Bumi Utara sehingga wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, termasuk Bali, mengalami pengurangan intensitas penyinaran matahari,” ujar Maria, dikutip Jumat (29/5/2026).

BACA JUGA  Christian Gunawan Akhirnya Mendarat di West Bandits

Selain itu, Australia yang tengah memasuki musim dingin turut membawa massa udara bersuhu lebih rendah menuju wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Bali.

Menurut Maria, tekanan udara tinggi di Australia memicu pergerakan massa udara dingin menuju wilayah Bali dan sekitarnya.

Kondisi tersebut menyebabkan suhu udara pada malam hingga dini hari terasa lebih rendah dibandingkan biasanya.

Faktor lain yang memengaruhi adalah kondisi langit yang cenderung cerah dengan minim tutupan awan.

Situasi ini membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer saat malam hari.

“Akibatnya udara dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari,” jelasnya.

BMKG mencatat suhu udara di beberapa wilayah Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana, dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar 20 derajat Celsius.

BACA JUGA  Jelang HUT ke-76, Persit Kodim Klungkung Gelar Donor Darah

Meski demikian, fenomena tersebut masih tergolong normal dan rutin terjadi setiap musim kemarau.

Maria menambahkan, suhu dingin biasanya mulai terasa sejak pukul 19.00 hingga 20.00 Wita dan mencapai titik terendah menjelang pagi, sekitar pukul 04.00 hingga 06.00 Wita.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama cuaca dingin berlangsung, terutama saat beraktivitas pada malam dan dini hari.(red)