Mantap Jiwa, Pencak Silat Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia

Foto: instagram.com/bidadaripsht1922

Jakarta, Sudut Pandang.id-Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya Pencak Silat masuk dalam daftar Warisan Budaya Dunia Tak Benda UNESCO. Informasi tersebut dipublikasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui akun Instagram Direktorat Warisan Diplomasi Budaya, Jumat (13/12/2019) dini hari.

Dalam sidang ke-14 Interngovernmental Commitee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Bogota, Kolombia yang berlangsung dari 9 Desember sampai 14 Desember 2019, Pencak Silat ditetapkan sebagai warisan budaya oleh badan PBB bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan ini.

IMG-20220125-WA0002

Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Surya Rosa Putra mengatakan, tradisi Pencak Silat bukan hanya sekedar bela diri, melainkan merupakan jalan hidup bagi para pelakunya.

“Pencak Silat mengajarkan kita untuk dapat menjalin hubungan baik dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan,” tutur Surya.

“Meskipun pencak silat mengajarkan teknik menyerang, namun yang terpenting pencak silat mengajarkan kita untuk dapat menahan diri dan menjaga keharmonisan” sambungnya.

Menurut Surya, berawal dari Sumatera Barat dan Jawa Barat, tradisi seni bela diri ini berkembang ke seluruh wilayah Indonesia dan masing-masing memiliki keunikan seperti gerakan dan musik pengiringnya.

Melansir situs Kemendikbud, pembahasan untuk mengakui Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda ini sudah dilakukan sejak awal tahun lalu. Sementara upaya pengajuan ke UNESO sendiri telah dilakukan sejak Maret 2017.

Pengajuan ini dilakukan mengingat seni bela diri Pencak Silat telah memenuhi syarat dan memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh seni bela diri lainnya.

Saat ini Indonesia memiliki 9 situs warisan budaya dan alam, serta 15 cagar biosfer Indonesia. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar di antara negara di kawasan ASEAN lainnya. (gus)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.