May Day 2026, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Monas dan DPR

May Day 2026, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Monas dan DPR
Situasi massa buruh di depan Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Jumat (1/5/2026). (Foto: JJ/Sudutpandang.id)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). Sekitar 220.000 buruh diperkirakan menghadiri kegiatan tersebut.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan saat peringatan May Day 2026.

“Rekayasa lalu lintas bersifat situasional, tergantung kondisi arus kendaraan,” ujar Komarudin dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Pihaknya menyatakan pengaturan lalu lintas dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama kegiatan Hari Buruh berlangsung.

Pengendara diimbau menghindari kawasan Monas, Sudirman, dan Senayan serta menggunakan jalur alternatif atau transportasi umum.

BACA JUGA  Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi Berujung SP3

Di kawasan Monas, sejumlah ruas jalan berpotensi ditutup, antara lain Jalan Medan Merdeka Barat, Selatan, Utara, dan Timur.

Arus lalu lintas dari arah Jalan MH Thamrin akan dialihkan ke Jalan Budi Kemuliaan atau Tanah Abang.

Sementara dari arah Harmoni diarahkan ke Juanda atau Pasar Baru, dan dari Cikini menuju Menteng atau Salemba.

Selain di Monas, pengaturan lalu lintas juga dilakukan di sekitar Gedung DPR RI di kawasan Senayan.

Penutupan berpotensi terjadi di Jalan Gatot Subroto, khususnya di depan kompleks parlemen, serta akses masuk Tol Dalam Kota arah Slipi.

Pengalihan arus di kawasan tersebut dilakukan dengan mengarahkan kendaraan dari Semanggi ke Jalan Jenderal Sudirman atau putar balik sebelum DPR.

BACA JUGA  Polisi Tangkap Pelaku Pembakar Al-Qur'an di Tanjung Duren

Dari arah Slipi, arus dialihkan menuju Tomang atau Palmerah, sedangkan kendaraan dari Tol Dalam Kota diminta keluar lebih awal melalui Slipi atau Senayan.

Sejumlah jalur utama diperkirakan terdampak, antara lain koridor Jalan MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Harmoni-Juanda-Tugu Tani, serta Senayan–Slipi-Palmerah.

Kepadatan lalu lintas diperkirakan terjadi sejak pagi hingga sore hari. Pada pukul 06.00-10.00 WIB, massa mulai berdatangan.

Puncak kegiatan berlangsung pada pukul 10.00-14.00 WIB, sedangkan pada sore hari arus lalu lintas masih berpotensi padat saat pembubaran massa.(firman/01)