Pangdam Udayana: Satgas Pamtas RI-RDTL Untuk Pertahankan Keutuhan NKRI

Danrem 161/WS Brigjen TNI Iman Budiman, SE, saat membacakan amanat Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto pada upacara penerimaan Satgas Pamtas RI-RDTL di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa (13/9/2022). FOTO: Pendam IX/Udayana

KUPANG, SUDUTPANDANG.ID – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto menegaskan bahwa Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste (Satgas Pamtas RI-RDTL) merupakan salah satu bentuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI.

“Serta untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,” kata Pangdam IX/Udayana dalam amanat yang dibacakan Danrem 161/WS Brigjen TNI Iman Budiman, S.E., dan Kasrem 161/WS Kolonel (Inf) Harzeni Paine, saat upacara penerimaan Satgas Pamtas RI-RDTL di dua tempat berbeda, pada Selasa (13/9/2022), yakni di Kupang dan Belu.

IMG-20220125-WA0002

“Saya selaku Pangkogasgabpamwiltas Darat Pamtas RI-RDTL maupun pribadi mengucapkan selamat datang kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam satgas untuk melaksanakan tugas menjaga perbatasan RI-RDTL,” tambahnya.

Pangdam menyatakan disadari bersama bahwa tugas bagi setiap prajurit TNI merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan.

“Untuk itu, laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan bahwa tugas pengamanan perbatasan adalah cerminan kepribadian bangsa, sehingga setiap prajurit harus mampu menjadi suri tauladan masyarakat sekitar dan menggugah kesadaran mereka untuk ikut serta menjaga tapal batas Indonesia.

“Laksanakan pembinaan teritorial dengan sebaik-baiknya. Temukan solusi untuk mengatasi segala permasalahan yang ada. Segera laksanakan orientasi wilayah dan pelajari karakteristik medan. Junjung tinggi dan pelajari betul adat istiadat dan budaya setempat,” katanya.

Kepada semua prajurit, Pangdam berpesan untuk mengenali tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama, sehingga apabila terjadi permasalahan, segera dapat mengambil tindakan tepat dan tidak bertentangan dengan aturan adat yang berlaku.

Pangdam juga meminta agar para prajurit menghindari pelanggaran sekecil apapun terutama yang dapat menyakiti hati rakyat.

“Pahami tugas pokok dan tanggung jawab sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL agar tidak terjadi pelanggaran batas wilayah yang dilakukan oleh TNI. Laksanakan koordinasi dengan penjaga perbatasan dari RDTL,” katanya.

Menurut Pangdam setelah upacara penerimaan itu, para prajurit akan melaksanakan pergeseran pasukan (serpas) menuju pos masing-masing.
“Laksanakan serpas dengan tertib, taati peraturan yang berlaku dan utamakan faktor keamanan selama dalam perjalanan. Kemudian setibanya di pos masing-masing, laksanakan serah terima dengan Satgas sebelumnya,” kata Pangdam IX/Udayana Sonny Aprianto.

Dalam kegiatan tersebut, Danrem 161/WS selaku Dankolakops Satgas Pamtas RI-RDTL memimpin upacara penerimaan Satgas Yonkav 10/Mendagiri, Satgas Intel dan Satgas Bantuan di Lapangan Makorem 161/Wira Sakti, Kupang.

Sedangkan Kasrem 161/WS selaku Wadankolakops memimpin upacara penerimaan Satgas Yonif RK 744/SYB di Mako Yonif Raider Khusus 744/SYB, di Belu. (One)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.