SUDUTPANDANG.ID – Sejumlah anggota Partai Republik masih terbelah terkait usulan tambahan anggaran keamanan Gedung Putih dan pembangunan ballroom pada masa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump senilai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 17,6 triliun.
Perbedaan pandangan Partai Republik itu mencuat setelah proposal tambahan dana tersebut dinilai belum memperoleh dukungan suara yang cukup di Senat Amerika Serikat.
Dilansir dari Associated Press, Kamis (21/5/2026), Partai Republik sebelumnya berupaya memasukkan tambahan anggaran itu ke dalam rancangan undang-undang senilai sekitar 70 miliar dollar AS atau Rp 1.236 triliun. Anggaran disiapkan untuk memulihkan pendanaan bagi Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) serta Patroli Perbatasan.
Namun, Senator John Kennedy mengatakan rancangan undang-undang tersebut kemungkinan kembali ke versi awal tanpa tambahan dana keamanan Gedung Putih karena belum adanya dukungan yang memadai.
“Tidak ada cukup suara untuk memasukkan tambahan anggaran itu,” ujar Kennedy.
Sejumlah anggota Partai Republik mempertanyakan besarnya nilai anggaran yang diajukan. Beberapa senator juga disebut mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap dorongan dari Gedung Putih agar proposal tersebut segera disetujui.
Senator Thom Tillis menilai upaya menambahkan anggaran keamanan ke dalam rancangan undang-undang tersebut bukan langkah yang tepat.
Menurut Tillis, dukungan terhadap proposal itu tetap belum mencukupi meskipun nominal anggaran dikurangi.
Sementara itu, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengakui masih terdapat kendala dalam proses penggalangan suara di internal Partai Republik.
Ia mengatakan, para pimpinan partai masih berupaya mengukur tingkat dukungan anggota serta menyelesaikan persoalan parlementer sebelum rancangan undang-undang dibahas lebih lanjut.
Hingga kini, teks resmi rancangan undang-undang tersebut juga belum dirilis ke publik.
Sebelumnya, biaya renovasi Sayap Timur Gedung Putih, termasuk pembangunan ballroom baru, diusulkan mencapai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 17,6 triliun. Nilai itu meningkat dari proposal awal sebesar 400 juta dollar AS.
Mengutip ABC News, tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk peningkatan sistem keamanan Gedung Putih.
Usulan itu disampaikan Direktur United States Secret Service Sean Curran kepada senator Partai Republik dalam pertemuan pada Selasa (15/5/2026).
Pihak Gedung Putih menilai penguatan keamanan diperlukan menyusul insiden percobaan pembunuhan terhadap Trump dalam acara makan malam White House Correspondents’ Association beberapa waktu lalu.
Meski demikian, sejumlah senator dari Partai Republik masih mempertanyakan urgensi serta besarnya anggaran yang diajukan untuk proyek renovasi dan pengamanan tersebut.(red)










