Kesal Tak Didukung, Trump Ancam Tarik Pasukan AS dari Italia dan Spanyol

Avatar photo
Kesal Tak Didukung, Trump Ancam Tarik Pasukan AS dari Italia dan Spanyol
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Dok. Reuters)

SUDUTPANDANG.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menarik sebagian pasukan militernya dari Italia dan Spanyol, menyusul wacana pengurangan kehadiran militer AS di Jerman yang sebelumnya telah ia sampaikan.

Ancaman penarikan pasukan AS tersebut disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan sejumlah sekutu NATO, khususnya terkait kebijakan keamanan dan respons terhadap situasi di Timur Tengah, termasuk isu Selat Hormuz.

Mengutip laporan The Guardian, Sabtu (2/5/2026), Trump melontarkan ancaman itu setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran.

Trump juga menilai sejumlah negara sekutu tidak memberikan dukungan yang memadai dalam upaya membuka kembali jalur strategis tersebut.

Saat ditanya kemungkinan penarikan pasukan dari Italia dan Spanyol, Trump menjawab singkat, “Mungkin saja… kenapa tidak? Italia tidak membantu kami dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk.”

BACA JUGA  Menanti Ajal Kehancuran Amerika

Pernyataan itu segera mendapat tanggapan dari sejumlah pihak di Eropa. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen bekerja sama dengan sekutu, namun dalam koridor hukum internasional.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menyatakan tidak memahami alasan di balik ancaman tersebut.

Ia juga membantah anggapan bahwa Italia tidak berkontribusi dalam kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat, khususnya di bidang keamanan maritim.

Berdasarkan laporan The Guardian, sekitar 13.000 personel militer AS saat ini ditempatkan di sejumlah pangkalan di Italia. Di Spanyol, terdapat sekitar 3.800 personel yang tersebar di pangkalan Rota dan Moron.

Spanyol sebelumnya menolak penggunaan fasilitas militernya untuk mendukung potensi serangan terhadap Iran. Italia juga mengambil sikap serupa dengan menolak penggunaan pangkalan di Sisilia untuk operasi pengiriman senjata.

BACA JUGA  Di Hadapan Ribuan Relawan Muda, Prabowo: Kalau Bersama Anak Muda, Saya Tidak Takut!

Data US Defense Manpower Data Center menunjukkan hingga akhir tahun lalu terdapat sekitar 68.000 personel militer aktif AS di Eropa, dengan lebih dari separuhnya berada di Jerman.

Selain wacana pengurangan di Italia dan Spanyol, Departemen Pertahanan AS juga disebut tengah merencanakan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman. Kebijakan tersebut muncul di tengah perbedaan pandangan antara Trump dan Kanselir Merz terkait konflik di Iran.

Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menyebut keputusan itu diambil setelah kajian menyeluruh terhadap posisi kekuatan militer AS di Eropa.

“Keputusan ini diambil setelah peninjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan Departemen di Eropa dan sebagai pengakuan atas kebutuhan teater dan kondisi di lapangan,” ujarnya, dikutip dari BBC.

BACA JUGA  Ucapkan Selamat kepada Presiden Terpilih Taiwan, FAI: Jiayou Mr William Lai

Ia menambahkan bahwa proses penarikan pasukan diperkirakan akan selesai dalam enam hingga 12 bulan ke depan.

Trump sendiri selama ini kerap mengkritik NATO, terutama terkait kontribusi sekutu dalam operasi militer dan isu keamanan global, termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.(red)