JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui inisiatif Pelindo Lestari, perusahaan memulai program konservasi flora dan fauna laut di wilayah Kepulauan Seribu pada Kamis (15/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Pulau Pramuka ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah serta komunitas lingkungan Smiling Coral Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung pembangunan berwawasan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, Pelindo memberikan dukungan nyata berupa transplantasi 105 media terumbu karang atau setara dengan 1.050 bibit karang, penanaman 100 paket lamun, serta pelepasan 30 ekor tukik penyu ke habitat alaminya.
Upaya ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekosistem laut serta meningkatkan daya tahan lingkungan terhadap perubahan iklim. Program ini juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem laut, aksi iklim, penciptaan pekerjaan layak, dan penguatan kemitraan.

Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.
“Melalui program Pelindo Lestari ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan ekosistem laut di Kepulauan Seribu. Konservasi terumbu karang, penanaman lamun, hingga pelepasan tukik penyu merupakan langkah kecil yang kami harapkan dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan serta kehidupan Masyarakat pesisir di masa depan,” ujar Yandri.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program konservasi tidak terlepas dari kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Ke depan, Pelindo berharap program ini tidak hanya berdampak pada pemulihan lingkungan laut, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama.(UM/04)










