Bukan Sekadar Ekspedisi, Wanadri Women Divers Bangun Masa Depan Pulau Buru

Wanadri Women Divers meluncurkan program “Rediscover Buru Moving Forward” sebagai gerakan konservasi laut dan pemberdayaan perempuan pesisir di Pulau Buru, Maluku. (Foto: ist/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Wanadri Women Divers (WWD) meluncurkan program ekspedisi selam dan konservasi bertajuk “Rediscover Buru Moving Forward” sebagai upaya menjaga ekosistem laut sekaligus memberdayakan perempuan pesisir di Pulau Buru, Maluku. Program tersebut menjadi gerakan kolaboratif yang mengintegrasikan konservasi laut, restorasi terumbu karang, riset lingkungan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat berbasis ekowisata berkelanjutan.

Ekspedisi tersebut resmi dimulai pada Kamis (27/5/2026) dengan keberangkatan tim dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pulau Buru menggunakan kapal laut. Kegiatan konservasi dan pendataan lingkungan laut dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 10 Juni 2026 di kawasan pesisir Desa Jikumerasa dan Desa Hatawano.

Wanadri Women Divers meluncurkan program “Rediscover Buru Moving Forward” sebagai gerakan konservasi laut dan pemberdayaan perempuan pesisir di Pulau Buru, Maluku. (Foto: ist/SP)

Program “Rediscover Buru Moving Forward” lahir dari hasil temuan lapangan dalam kegiatan Buru Expedition sebelumnya. Dalam ekspedisi tersebut, tim menemukan indikasi kerusakan ekosistem terumbu karang di sejumlah wilayah pesisir akibat dugaan pencemaran kualitas air laut dan aktivitas manusia yang belum ramah lingkungan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan ekosistem laut serta kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya kelautan. Karena itu, Wanadri Women Divers memandang perlu adanya gerakan konservasi yang melibatkan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.

WWD menargetkan pelaksanaan transplantasi sebanyak 2.500 fragmen terumbu karang sebagai langkah awal pemulihan habitat bawah laut di wilayah pesisir Pulau Buru. Upaya restorasi tersebut diharapkan mampu membantu memperbaiki kondisi ekosistem laut yang mengalami kerusakan.

BACA JUGA  BBKSDA Riau: Lokasi Warga Tewas Diterkam Harimau Habitat Satwa Liar

Selain transplantasi karang, tim ekspedisi juga akan melakukan pemetaan kondisi terumbu karang, dokumentasi biodiversitas laut, analisis kualitas air laut, serta identifikasi potensi pencemaran lingkungan pesisir. Data hasil penelitian tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar ilmiah untuk pengembangan strategi konservasi jangka panjang di kawasan Pulau Buru.

Wanadri Women Divers meluncurkan program “Rediscover Buru Moving Forward” sebagai gerakan konservasi laut dan pemberdayaan perempuan pesisir di Pulau Buru, Maluku. (Foto: ist/SP)

Ketua tim Wanadri Women Divers menyatakan bahwa konservasi laut tidak hanya berkaitan dengan pelestarian alam, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat pesisir di masa depan.

“Laut bukan hanya ruang kehidupan, tetapi juga warisan yang harus dijaga bersama. Melalui Rediscover Buru Moving Forward, kami ingin menghadirkan gerakan konservasi yang melibatkan masyarakat sebagai bagian utama perubahan,” demikian pernyataan Wanadri Women Divers.

Salah satu fokus utama program ini adalah pemberdayaan perempuan pesisir melalui program unggulan bernama IBU KARANG. Program tersebut dirancang untuk menghadirkan model konservasi berbasis masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan perempuan lokal.

Melalui program IBU KARANG, perempuan pesisir akan mendapatkan pelatihan konservasi laut, edukasi lingkungan, pengembangan kader konservasi perempuan, hingga sertifikasi selam Open Water berstandar internasional. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat lokal memiliki kemampuan dan keterampilan dalam menjaga ekosistem laut di wilayahnya.

WWD berharap para peserta program nantinya dapat menjadi motor penggerak konservasi lingkungan sekaligus penjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Pulau Buru. Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

BACA JUGA  Kelola Mangrove dan Kawasan Konservasi, KKP Gandeng KEHATI

Tidak hanya berfokus pada konservasi, “Rediscover Buru Moving Forward” juga mendorong pengembangan ekowisata bahari berbasis masyarakat. Konsep tersebut mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Melalui pengembangan ekowisata, masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi dari potensi laut tanpa merusak ekosistem yang ada. Program ini juga membuka peluang lahirnya usaha-usaha baru berbasis wisata bahari yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 14 tentang Ekosistem Laut, SDG 5 mengenai Kesetaraan Gender, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 8 terkait Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

WWD menilai konservasi laut memerlukan keterlibatan banyak pihak agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, program ini juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, komunitas lingkungan, sektor swasta, media, hingga masyarakat umum yang memiliki visi terhadap pelestarian laut Indonesia.

Pulau Buru dipilih sebagai lokasi program karena memiliki kekayaan biodiversitas laut yang besar sekaligus menghadapi tantangan serius terkait kondisi lingkungan pesisir. Dengan pendekatan kolaboratif, WWD berharap gerakan konservasi ini dapat menjadi model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia.

BACA JUGA  Gandeng Korsel, Penyulingan Air Laut Dijajaki Dibangun di Bima-NTB

Momentum pelaksanaan program yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia juga menjadi simbol penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut.

WWD menegaskan bahwa “Rediscover Buru Moving Forward” bukan sekadar kegiatan ekspedisi, tetapi gerakan jangka panjang yang dirancang hingga tahun 2028. Melalui program berkelanjutan tersebut, organisasi ini berharap mampu menciptakan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat pesisir Pulau Buru.

Dengan perpaduan konservasi, riset, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan, Wanadri Women Divers optimistis program ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam menjaga masa depan laut Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (09/AGF).