Komut BSN Prof Bahrullah Akbar Narasumber di Halaqoh Pendidikan Tinggi NU PCINU Internasional

BSN
Komisaris Utama (Komut) Bank Syariah Nasional (BSN) Prof Dr Bahrullah Akbar, M.B.A., C.I.P.M., C.S.F.A., C.P.A menjadi salah satu narasumber utama pada Halaqoh Pendidikan Tinggi NU yang akan diselenggarakan pada Jumat (28/8/2026) dan Sabtu (29/8) di Jombang, Jawa Timur, yang paralel dengan Muktamar NU ke-35. FOTO: HO-dok.

JOMBANG-JATIM, SUDUTPANDANG.ID – Komisaris Utama (Komut) Bank Syariah Nasional (BSN) Prof Dr Bahrullah Akbar, M.B.A., C.I.P.M., C.S.F.A., C.P.A menjadi salah satu narasumber utama pada Halaqoh Pendidikan Tinggi NU yang akan diselenggarakan pada Jumat (28/8/2026) dan Sabtu (29/8) di Jombang, Jawa Timur, yang paralel dengan Muktamar NU ke-35.

“Beliau (Prof Dr Bahrullah Akbar) akan menjadi narasumber bersama narasumber lainnya, baik menteri maupun pejabat negara lainnya, dan juga dari kalangan cendekiawan dan akademisi,” kata Panitia Halaqoh, KH Abdul Latif Malik, Lc, M.Pd, yang akrab disapa Gus Latif di Jombang, Kamis (27/8).

Kegiatan halaqoh selama dua hari itu dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muhajirin III, Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang.

Selain Komut, Bahrullah Akbar yang merangkap Komisaris Independen di BSN sejak 20 Agustus 2025 itu menyatakan dukungan terhadap agenda strategis Halaqoh Pendidikan Tinggi NU juga pembentukan Forum Komunikasi Alumni Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Internasional.

Berdasarkan rekam jejak karir yang ditelusuri, perjalanan karirnya di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terbilang sangat panjang karena merupakan perintis dari bawah.
Ia mendedikasikan sebagian besar masa kerja profesionalnya sebagai auditor negara, yakni Auditor Junior (1987-1995), yakni mengawali langkah di BPK RI murni sebagai staf auditor pasca-kelulusan sekolah.

Widyaiswara (1995-2004): Sempat beralih peran menjadi mendidik dan melatih para calon auditor negara di lingkungan internal BPK.

Lalu, anggota VII BPK RI (2011-2014): Terpilih pertama kali oleh DPR RI untuk masuk ke jajaran komisioner/pimpinan tinggi BPK.

Berlanjut anggota VI BPK RI (2014-2017): Kembali dipercaya mengemban amanah pimpinan untuk periode kedua.

Wakil Ketua BPK RI (2017-2019): di mana puncak karir strukturalnya di lembaga ini, mendampingi Ketua BPK dalam memimpin jalannya audit keuangan negara.

BACA JUGA  Gus Dr KH Arwani Syaerozi Dorong Peran Alumni PCINU Dunia di Muktamar NU ke-35

Kemudia, anggota V BPK RI (2019-2021): Menyelesaikan pengabdian penuhnya di BPK RI sebelum resmi memasuki masa pensiun dari lembaga auditor per Oktober 2021.

Mengenai latar belakang pendidikan dan keahlian pria asli kelahiran Sawah Besar, Jakarta Pusat ini dikenal sebagai sosok “Anak Betawi” yang sangat mementingkan pendidikan tinggi:

Ia menyelesaikan S1 Akuntansi & Administrasi: Meraih gelar dari STIE Dr. Moechtar Talib dan Universitas 17 Agustus 1945.

Lalu, S2 Master of Business Administration (M.B.A.): Diperoleh dari Hull University, Inggris (1992), dilanjutkan dengan program Post Graduate in Public Sector Management di University of Leicester, Inggris (2000).

Untuk S3 Doktor Ilmu Pemerintahan: Diselesaikan di Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 2013. Berkat keahliannya di bidang keuangan publik, beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) Keuangan Publik di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan aktif mengajar hingga sekarang.

Sedangkan kiprah di industri perbankan dan jabatan saat ini setelah purnatugas dari BPK RI, keahlian pengawasan (governance) yang dimilikinya membuat dipercaya masuk ke sektor finansial, Komisaris Utama PT Bank DKI (2022–2025): Memimpin dewan pengawas Bank Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.Komisaris Utama Bank Syariah Nasional (BSN) (Agustus 2025–Sekarang): Diangkat melalui RUPSLB.

Di bawah arahannya bersama jajaran direksi, Bank Syariah Nasional saat ini diproyeksikan menjadi salah satu katalis penguat pasar syariah terbesar kedua di Indonesia, terutama setelah proses menerima limpahan aset konversi dan penataan korporasi.

i salah satu narasumber utama pada Halaqoh Pendidikan Tinggi NU yang akan diselenggarakan pada Jumat (28/8/2026) dan Sabtu (29/8) di Jombang, Jawa Timur, yang paralel dengan Muktamar NU ke-35.

BACA JUGA  Setelah Tertutup Longsor, Akses Dusun Ngukir Kembali Terbuka Berkat Gotong Royong TNI dan Warga

“Beliau (Prof Dr Bahrullah Akbar) akan menjadi narasumber bersama narasumber lainnya, baik menteri maupun pejabat negara lainnya, dan juga dari kalangan cendekiawan dan akademisi,” kata Panitia Halaqoh, KH Abdul Latif Malik, Lc, M.Pd, yang akrab disapa Gus Latif di Jombang, Kamis (27/8).

Kegiatan halaqoh selama dua hari itu dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muhajirin III, Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang.

Selain Komut, Bahrullah Akbar yang merangkap Komisaris Independen di BSN sejak 20 Agustus 2025 itu menyatakan dukungan terhadap agenda strategis Halaqoh Pendidikan Tinggi NU juga pembentukan Forum Komunikasi Alumni Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Internasional.

Berdasarkan rekam jejak karir yang ditelusuri, perjalanan karirnya di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terbilang sangat panjang karena merupakan perintis dari bawah.
Ia mendedikasikan sebagian besar masa kerja profesionalnya sebagai auditor negara, yakni Auditor Junior (1987-1995), yakni mengawali langkah di BPK RI murni sebagai staf auditor pasca-kelulusan sekolah.

Widyaiswara (1995-2004): Sempat beralih peran menjadi mendidik dan melatih para calon auditor negara di lingkungan internal BPK.

Lalu, anggota VII BPK RI (2011-2014): Terpilih pertama kali oleh DPR RI untuk masuk ke jajaran komisioner/pimpinan tinggi BPK.

Berlanjut anggota VI BPK RI (2014-2017): Kembali dipercaya mengemban amanah pimpinan untuk periode kedua.

Wakil Ketua BPK RI (2017-2019): di mana puncak karir strukturalnya di lembaga ini, mendampingi Ketua BPK dalam memimpin jalannya audit keuangan negara.

Kemudia, anggota V BPK RI (2019-2021): Menyelesaikan pengabdian penuhnya di BPK RI sebelum resmi memasuki masa pensiun dari lembaga auditor per Oktober 2021.

Mengenai latar belakang pendidikan dan keahlian pria asli kelahiran Sawah Besar, Jakarta Pusat ini dikenal sebagai sosok “Anak Betawi” yang sangat mementingkan pendidikan tinggi:

BACA JUGA  Ditetapkan KPU Kota Kediri, Vinanda-Gus Qowim Siap Tarung Lawan FREN

Ia menyelesaikan S1 Akuntansi & Administrasi: Meraih gelar dari STIE Dr. Moechtar Talib dan Universitas 17 Agustus 1945.

Lalu, S2 Master of Business Administration (M.B.A.): Diperoleh dari Hull University, Inggris (1992), dilanjutkan dengan program Post Graduate in Public Sector Management di University of Leicester, Inggris (2000).

Untuk S3 Doktor Ilmu Pemerintahan: Diselesaikan di Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 2013. Berkat keahliannya di bidang keuangan publik, beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) Keuangan Publik di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan aktif mengajar hingga sekarang.

Sedangkan kiprah di industri perbankan dan jabatan saat ini setelah purnatugas dari BPK RI, keahlian pengawasan (governance) yang dimilikinya membuat dipercaya masuk ke sektor finansial, Komisaris Utama PT Bank DKI (2022–2025): Memimpin dewan pengawas Bank Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.Komisaris Utama Bank Syariah Nasional (BSN) (Agustus 2025–Sekarang): Diangkat melalui RUPSLB.

Di bawah arahannya bersama jajaran direksi, Bank Syariah Nasional saat ini diproyeksikan menjadi salah satu katalis penguat pasar syariah terbesar kedua di Indonesia, terutama setelah proses menerima limpahan aset konversi dan penataan korporasi.