Hemmen

Sandiaga Uno Dukung Pemulihan Industri Perfilman Nasional Bangkit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno saat menghadiri gerakan 'Ayo Kembali Ke Bioskop' di Plaza Senayan Jakarta

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID –Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyebutkan pemerintah mendorong pemulihan industri perfilman nasional dan berencana akan memberikan stimulus bagi penciptaan film yang mengangkat nilai keberagaman dan persatuan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno saat menghadiri gerakan ‘Ayo Kembali ke Bioskop’ di Plaza Senayan Jakarta, Minggu (30/5), yang turut dihadiri berbagai stakeholders industri perfilman termasuk aktris senior Christine Hakim dan Sutradara Eros Djarot

Seperti biasanya, Sandiaga Uno membuka dengan pantun terlebih dahulu.

“Sarapan pagi menunya ketupat laksa, biar lengkap kue rangi yang jadi kudapannya. Mari kita sukseskan film nasional Indonesia Agar industri kreatif makin berjaya,” kata Sandiaga membuka acara dengan pantun.

“Pergi ke Plaza Senayan membeli makan
Makanannya enak sayang kalau dilewatkan
Industri perfilman nasional waktunya kita majukan, tapi protokol kesehatan harus diutamakan,” lanjutnya.

Sandiaga Uno melihat film nasional besutan Eros Djarot dan Christine Hakim berudul ‘Cut Nyak Dien’ amat penting untuk dunia perfilman Indonesia.

“Film nasional ini berhasil menghadirkan film yang epik dengan 8 Piala Citra dengan segala keterbatasannya. Hari ini kita merayakan kembali achievement dari film terbaik karya anak bangsa yang sudah direstorasi bekerja sama dengan pihak internasional dalam hal ini Belanda,” ujar Sandiaga Uno.

Ia menyebutkan hal tersebut merupakan bagian dari gerakan ayo kembali ke bioskop untuk mendukung film nasional.

“Sebentar lagi akan difinalkan program pemulihan ekonomi nasional khusus dunia perfilman,” katanya.

Sandiaga Uno mengungkapkan, ratusan, ribuan, puluhan ribu masyarakat hidupnya bergantung industri perfilman, sehingga pihaknya harus hadir dengan kebijakan berpihak secara bersama-sama. Seperti value yang diperlihatkan Cut Nyak Dien yang pantang menyerah sampai titik darah penghabisan.

“Karena sekarang di masa pandemi Covid-19, yang bisa menyelamatkan kita adalah diri kita sendiri dengan disiplin protokol kesehatan Covid-19. Perjuangan dan keteguhan hati Cut Nyak Dien memperlihatkan banyak pembelajaran, nilai-nilai perjuangan, kesetaraan gender, dan nilai-nilai luhur dari Aceh yang perlu kita berikan penghormatan,” tambah Sandiaga Uno.

Lebih lanjut ia menjelaskan keberpihakan pada arah film nasional baik yang akan diproduksi maupun yang sudah diproduksi.

“Kita ingin mengangkat keberpihakan pada film nasional. Satu film nasional bisa 400 orang yang terlibat. Bahkan film ‘Cut Nyak Dien’ saja 1.500 orang yang terlibat,” ujar Menparekraf.

Ia juga menyebutkan 2019 merupakan masa keemasan film nasional Indonesia, lebih dari 50 juta orang memenuhi bioskop. Tapi pandemi datang pada 2020.

“Untuk memulihkan, ada tiga program yang dilakukan pemerintah. Dukungan PEN untuk industri film yakni kampanye promosi film, meningkatkan jumlah penonton dengan buy one get one. Stimulus produksi film dengan seleksi dari dewan film dan kurator. Sehingga suplaynya bisa bersaing dengan film luar negeri,” terangnya.

“Agar di dituasi berat seperti ini dapat memproduksi film berkualitas yang mengangkat value keindonesiaan. Memiliki nilai-nilai persatuan dan keberagaman. Dengan kekuatan kita bersama kita akan pulih,” pungkas Sandiaga Uno.

Kesbangpol Banten

Tinggalkan Balasan