Hemmen

Sekjen PDIP: Khilaf! Nyesel Calonkan Gibran Jadi Wali Kota Solo

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait Gibran Rakabuming Raka yang sudah bukan lagi menjadi bagian keluarga besar PDIP karena sudah "dikuningkan" alias menjadi bagian dari Partai Golkar usai membuka Rapat Koordinasi Daerah DPD PDIP Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, NTB, Ahad (5/11/2023). FOTO: dok.Ant

JAKARTA,SUDUTPANDANG.ID – Khilaf, mencalonkan Gibran Rakabuming Raka, sebagai wali Kota Solo, diakui Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Dikatakan, PDIP berani mencalonkan Gibran kala itu lantaran melihat kepemimpinan Presiden Jokowi yang dinilai telah memberikan dampak cukup baik bagi Indonesia.

Kemenkumham Bali

“Ya, kami jujur saja khilaf ketika dulu ikut mencalonkan Gibran, karena kami juga di sisi lain memang mengakui terhadap kemajuan yang dilakukan Pak Jokowi,” kata Hasto saat diskusi secara virtual, Sabtu (30/3/2024).

Namun, Hasto menyadari kemajuan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi justru memicu utang yang meningkat. Hasto menilai dengan utang yang semakin banyak akan berdampak buruk bagi bangsa Indonesia ke depannya.

BACA JUGA  Kampanye Akbar Prabowo-Gibran Ada Barongsai Imlek di GBK

“Tapi setelah kami lihat lebih dalam, kemajuan ini ternyata dipicu oleh beban utang yang sangat besar. Utang kita, utang pemerintah itu hampir mencapai 196 miliar dolar AS, ternyata utang swasta dan BUMN itu hampir mencapai 220 milair dolar AS,” jelas Hasto.

“Ketika ini digabung, maka ke depan kita bisa mengalami suatu persoalan yang sangat serius,” sambungnya.

Lebih lanjut, politikus PDIP itu menyebut, bukan cuma utang yang ditinggalkan Jokowi, masalah lain yang tak kalah berat maraknya nepotisme di lingkaran kekuasaan. Bahkan semakin terang-terangan.

“Kita lihat, nepotisme itu kita lihat ternyata justru semakin telanjang di depan mata kita. Misalnya, Sekretaris Pak Jokowi, Devid dicalonkan sebagai calon bupati di Boyolali. Itu kan akan merebut basis dari PDI Perjuangan yang selama ini membesarkan,” ujar Hasto.

BACA JUGA  Sikapi Kasus Suap Komisioner KPU, PDI Perjuangan Bentuk Tim Hukum

Sumber: Merdeka.com/06