Update BNPB Korban Bencana Sumatera: 780 Meninggal, 564 Masih Hilang

Avatar photo
Update BNPB Korban Bencana Sumatera: 780 Meninggal, 564 Masih Hilang
Tim Basarnas sedang melakukan pencarian korban banjir bandang.(Foto: istimewa)

SUDUTPANDANG.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Hingga Kamis (4/12/2025) pukul 06.25 WIB, tercatat 780 orang meninggal, dan 564 masih hilang.

BNPB melalui Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan melaporkan pula bahwa 2.600 warga mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi di tiga provinsi pada akhir November 2025.

Ribuan keluarga korban terdampak bencana kini berada di pengungsian dengan akses terbatas terhadap air bersih, layanan kesehatan, dan pangan.

Rincian Korban per Provinsi

Aceh:

277 meninggal

193 hilang

Sumatera Barat:

204 meninggal

212 hilang

Sumatera Utara:

BACA JUGA  Dampak Letusan Gunung Ruang di Sulut, BNPB: 14.045 Jiwa Mengungsi

299 meninggal

159 hilang

Selain korban jiwa, BNPB mencatat 2.400 rumah rusak, 74 fasilitas umum terdampak, serta kerusakan pada 1 fasilitas kesehatan, 54 fasilitas pendidikan, 19 rumah ibadah, dan 27 jembatan di berbagai titik.

Akses Terputus dan Upaya Penanganan

Sejumlah wilayah di Aceh dilaporkan masih sulit dijangkau akibat jalan yang tertutup material longsor. Tim gabungan terus melakukan penelusuran korban hilang dan pembersihan jalur utama untuk memulihkan mobilitas warga serta distribusi bantuan.

BNPB juga melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Utara dan Aceh untuk mendukung kelancaran penanganan di lapangan.

Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa OMC diperlukan agar proses distribusi logistik lewat udara tidak terganggu oleh kondisi cuaca.

BACA JUGA  Tekan Angka Stunting, Pemkot Bekasi Gencar Lakukan Sejumlah Program

“Operasi modifikasi cuaca dilakukan tidak hanya untuk mempercepat pembersihan jalur transportasi dan mendukung pekerjaan tim darat, tetapi juga memastikan distribusi logistik melalui jalur udara berjalan aman,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers baru-baru ini.

Kebutuhan Mendesak

Laporan dari posko bencana menunjukkan kebutuhan mendesak mencakup air bersih dan sanitasi, layanan kesehatan, tempat tinggal sementara, kebutuhan khusus anak dan lansia.

Tim SAR gabungan dari berbagai unsur masih bergerak di titik-titik prioritas untuk melakukan pencarian korban hilang dan memastikan jalur bantuan tetap terbuka.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah dan BNPB mulai menyusun langkah pemulihan awal dengan mendata kerusakan infrastruktur dan kebutuhan rekonstruksi jangka panjang.(01)