Jembatan Akses ke Irigasi di Aceh Barat Daya Putus Total Diterjang Banjir Bandang

Abydia banjir
Salah satu jembatan penghubung di Gampong (Desa) Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, Jumat (18/9/2026) putus total akibat diterjang banjir bandang. FOTO: HO-Ant

BANDA ACEH, SUDUTPANDANG.ID – Usai diterjang banjir bandang akibat hujan deras di wilayah setempat, jembatan penghubung permukiman penduduk dengan irigasi serta lahan perkebunan di Gampong (Desa) Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh putus total.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Abdya, Rahwadi menjelasan informasi itu di Abdya, Jumat (18/9/2026).

“Kami sudah menerima laporan detail mengenai putusnya jembatan irigasi di Desa Adan tersebut,” katanya.

Sementara itu berdasarkan pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jembatan mengalami kerusakan struktural yang sangat parah.

Di seluruh badan jalan serta fondasi penyangga jembatan amblas ke dasar sungai dan menyisakan lubang menganga.

BACA JUGA  Tim Katak DLH Bekasi Bersihkan Kali Harun untuk Cegah Banjir

Lalu, beberapa unit pipa beton (culvert) yang sebelumnya berfungsi sebagai gorong-gorong penyaluran air juga bergeser tak beraturan dan mencuat di tengah timbunan tanah longsor.

Pihaknya segera melakukan koordinasi intensif dengan kepala daerah guna merumuskan langkah penanganan putusnya jembatan tersebut.

Ia menambahkan percepatan perbaikan fasilitas publik ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah demi memastikan mobilitas masyarakat kembali lancar.

“Kami segera membangun kembali akses darurat maupun permanen di sana agar roda perekonomian para petani dan pekebun dalam mengeluarkan hasil panen menjadi lancar kembali tanpa hambatan,” kata Rahwadi.

Salah seorang tokoh masyarakat Gampong Adan, Iskandar, mengatakan jembatan yang putus tersebut merupakan satu-satunya akses warga ke bendungan irigasi dan kebun.

BACA JUGA  Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Babinsa Kerja Bakti Pembuatan Irigasi

Lumpuhnya jalur ini, kata dia, berdampak terhadap ekonomi warga desa. Petani dan pekebun kini terisolasi dari lahan mereka dan terancam mengalami kerugian besar karena tidak dapat mengangkut hasil panen untuk dibawa ke pasar.

“Kami sangat berharap dan meminta pemerintah daerah untuk segera membangun kembali jembatan ini, karena ini merupakan urat nadi perekonomian warga,” demikian Iskandar. (red/ant/02)