PPKM Mulai Berlaku, Pemkot Pontianak Hentikan Sementara Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Syahdan Lazis/ist

PONTIANAK, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memutuskan untuk memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah.

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam surat yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak No.421.3/1680/Dikdas/2021 tanggal 23 April 2021, perihal Pemberhentian Sementara Pembelajaran Tatap Muka.

BACA JUGA  Seruan Walhi: Pemerintah Harus Hentikan Aktivitas Perusakan Lahan di Kalbar

Sebelumnya, Kota Pontianak sempat membuka pembelajaran tatap muka di sekolah bagi siswa SD kelas VI dan SMP kelas IX, baik sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Syahdan Lazis menerangkan, kebijakan itu menyusul keputusan pemerintah pusat yang menyatakan Provinsi Kalbar masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

BACA JUGA  Mulai 28 Juni, Walubi dan TNI Akan Gelar Serbuan Vaksinasi Covid-19 di PRJ

Selain itu, pemberhentian sementara pembelajaran tatap muka juga mengacu pada Instruksi Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kalbar No. 445/3592/DINKES-YANKES.C tanggal 22 April 2021, tentang penghentian sementara pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan.

“Pembelajaran tatap muka di sekolah kami hentikan sementara sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujar Syahdan Lazis, Sabtu (24/4).

BACA JUGA  Truk Pengangkut Sampah Pemkot Pontianak Nyebur ke Kolam Tugu Digulis

Kemudian, lanjutnya, untuk pelaksanaan ujian sekolah pada jenjang pendidikan tingkat SD, baik negeri maupun swasta, yang semula rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 26 hingga 30 April 2021, juga ditunda.

“Kami akan menginformasikan lebih lanjut tentang pelaksanaan ujian sekolah tersebut,” ungkap Syahdan.

Selanjutnya, untuk kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara daring atau online.

BACA JUGA  Wagub Kalbar Serahkan 500 Paket Sembako untuk Dhuafa

Dengan dihentikannya sementara pembelajaran tatap muka di sekolah, ia berharap para guru tetap memberikan materi pelajaran secara daring kepada siswa-siswanya.

“Sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun dilakukan secara online,” pungkasnya.(L4Y)

Tinggalkan Balasan