IPC TPK Perkuat Komitmen ESG Lewat Konservasi Terumbu Karang

Terumbu Karang
IPC TPK Perkuat Komitmen ESG Lewat Konservasi Terumbu Karang (Foto: SP)

LAMPUNG, SUDUTPANDANG.ID – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus menunjukkan komitmennya dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program pelestarian ekosistem laut yang dijalankan secara berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang menjadi fokus perusahaan adalah penanaman dan transplantasi terumbu karang di perairan Lampung, program yang telah berjalan konsisten sejak 2017.

Hingga tahun 2025, IPC TPK mencatat telah melakukan penanaman 280 media tanam terumbu karang dengan total area restorasi sekitar 280 meter persegi. Lokasi konservasi tersebar di sejumlah titik perairan Lampung, yaitu Pulau Pahawang, Pulau Mahitam dan Pulau Tegal.

Program ini tidak berhenti pada proses penanaman semata, tetapi juga disertai monitoring berkala dan perawatan intensif untuk memastikan keberhasilan pertumbuhan terumbu karang.

Perairan Lampung dipilih karena kedekatannya dengan kawasan operasional Terminal Petikemas Pelabuhan Panjang, salah satu cabang strategis IPC TPK. Terminal tersebut mencatat arus petikemas hingga September 2025 mencapai 90.655 TEUs.

BACA JUGA  SMPN 4 Pasuruan Raih Juara 1 Lomba RESIK 2024 Tingkat Kota

Kedekatan geografis ini mempermudah IPC TPK dalam membangun sinergi bersama masyarakat pesisir, komunitas lingkungan, pemerintah lokal, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga kelestarian ekosistem laut di sekitar pelabuhan.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, mengungkapkan bahwa upaya konservasi laut menjadi implementasi nyata dari pilar lingkungan dalam prinsip ESG.

“Sebagai operator terminal petikemas, kami memahami bahwa keberlanjutan laut sangat berkaitan dengan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, kami berkomitmen menjaga ekosistem bawah laut melalui konservasi terumbu karang,” ujar Pramestie.

Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) terutama Tujuan 14: Life Below Water, yang berfokus pada perlindungan dan pemulihan ekosistem laut.

BACA JUGA  CDC: Separuh Kasus Baru COVID-19 di AS Disumbang Varian JN.1

Terumbu karang memiliki fungsi penting sebagai habitat utama ribuan spesies laut, pelindung alami wilayah pesisir dari abrasi, penyeimbang kualitas dan suhu air laut, penyedia sumber kehidupan bagi komunitas nelayan.

Melalui kegiatan transplantasi terumbu karang, IPC TPK berupaya menjaga keberlanjutan biodiversitas serta meningkatkan ketahanan pesisir terhadap dampak perubahan iklim.

“Menanam terumbu karang bukan hanya upaya konservasi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi ekosistem laut dan masyarakat pesisir,” tambah Pramestie.

Program konservasi laut IPC TPK tidak hanya membawa manfaat lingkungan, tetapi juga berdampak sosial. Kegiatan ini melibatkan komunitas pesisir serta para pelanggan yang ikut serta dalam penanaman terumbu karang.

Keterlibatan masyarakat ini mendorong edukasi lingkungan, memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya ekosistem laut, membuka peluang ekonomi berbasis konservasi, seperti wisata edukasi dan kegiatan komunitas.

BACA JUGA  Menteri Nusron Kunjungi Lampung, Perkuat Lintas Sektor

Upaya konservasi terumbu karang menegaskan posisi IPC TPK sebagai bagian dari green port ecosystem, sebuah konsep pelabuhan modern yang tidak hanya mengutamakan efisiensi operasional tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.

Melalui program ini, IPC TPK menunjukkan bahwa keberlanjutan pelabuhan tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan sekitar dan kesejahteraan masyarakat.(PR/04)