“Salat Tahajud adalah momen ketika hati menunduk dan jiwa berserah sepenuhnya kepada Allah.”
SUDUTPANDANG.ID – Salat Tahajud merupakan salah satu ibadah malam yang dianjurkan dalam Islam, dilakukan setelah tidur, ketika sebagian besar manusia tengah terlelap. Keistimewaannya terletak pada kesempatan hamba untuk berserah diri secara intim kepada Allah SWT, menenangkan hati, dan menumbuhkan kedekatan spiritual yang sulit diperoleh di waktu lain.
Salat Tahajud menjadi momen hamba berserah diri secara intim kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Muzzammil ayat 2-4: “Dirikanlah shalat pada sebagian malam sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Ayat ini menegaskan bahwa Salat Tahajud bukan sekadar kewajiban, tetapi kesempatan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, memperoleh keberkahan, dan meningkatkan derajat di sisi-Nya.
Tahajud menenangkan hati dan menyejukkan jiwa. Dalam kesunyian malam, doa yang dipanjatkan terasa lebih khusyuk, pikiran jernih, dan hati terbuka menerima rahmat Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Doa pada sepertiga malam terakhir tidak akan ditolak.” (HR. Tirmidzi). Ini menunjukkan besarnya peluang pengabulan doa saat melaksanakan Tahajud.
Pesan H. Ersan Syamsudin
H. Ersan Syamsudin, wartawan senior asal Madura yang menetap di Purwakarta, Jawa Barat, menekankan pentingnya ibadah malam sebagai penguat spiritualitas.
Ia selalu mengingatkan melalui pesan WhatsApp setiap hari pukul 03.00 WIB, mengajak teman-teman dan keluarga untuk bangun dan menunaikan Tahajud.
Menurutnya, rutinitas ini tidak hanya memberi ketenangan batin, tetapi juga membentuk keteguhan moral dan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan hidup.
Ia menjelaskan, bagi yang ingin memulai Tahajud, mulailah dengan langkah kecil. Bangun beberapa menit lebih awal dari tidur malam biasa, lakukan salat dua rakaat, lalu bertahap meningkatkan jumlah rakaat sesuai kemampuan. Panjatkan doa dari hati, memohon ampunan, petunjuk, dan keberkahan hidup.
“Salat Tahajud bukan sekadar ibadah fisik, tetapi perjalanan spiritual untuk menyapa malam dengan hati yang tunduk, memurnikan niat, dan menumbuhkan kedekatan dengan Allah SWT. Dengan istiqamah, insya Allah, ketenangan batin, kemudahan hidup, dan keberkahan yang tak terhingga akan hadir dalam kehidupan,” tutur H. Ersan Syamsudin dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, dunia hanya tempat persinggahan sementara, sehingga setiap amal ibadah, termasuk Salat Tahajud, menjadi bekal yang sangat berharga untuk kehidupan di akhirat.
“Kita hidup di dunia ini hanya sementara, maka manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tahajud adalah momen intim yang menguatkan jiwa dan menenangkan hati,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa konsistensi dalam ibadah malam membentuk disiplin diri dan meningkatkan keteguhan spiritual, sehingga seseorang lebih mampu menghadapi ujian hidup dengan sabar dan bijaksana.
“Bangun di sepertiga malam untuk Tahajud bukan sekadar rutinitas, tapi investasi ruhani yang memberi keberkahan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(red)


