ParagonCorp dan DLH DKI Resmikan Paragon Empties Station di Halte Transjakarta

ParagonCorp dan DLH DKI Resmikan Paragon Empties Station di Halte Transjakarta
ParagonCorp bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan Transjakarta meresmikan Paragon Empties Station (PES) di Halte Cakra Selaras Wahana (CSW), Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). (Foto: Dok. ParagonCorp)

“Melalui Paragon Empties Station, masyarakat dapat mengembalikan kemasan kosong yang selanjutnya akan dikumpulkan, dipilah berdasarkan jenis material, dan diproses untuk dimanfaatkan kembali.”

JAKARTA, SUDUT PANDANG.ID – ParagonCorp bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov DKI Jakarta dan Transjakarta meresmikan Paragon Empties Station (PES) di Halte Cakra Selaras Wahana (CSW), Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).

Peresmian Paragon Empties Station ini sekaligus menjadi awal kerja sama kedua pihak dalam pengembangan program edukasi serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Jakarta.

Paragon Empties Station merupakan fasilitas smart drop box berbasis teknologi yang dikembangkan ParagonCorp bersama PlasticPay.

Fasilitas ini dapat menerima berbagai jenis kemasan kosong produk kecantikan dari berbagai merek, dengan material plastik, kertas, kaca, hingga material campuran.

Selain berfungsi sebagai titik pengumpulan, PES juga dirancang sebagai sarana edukasi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola kemasan bekas pakai.

Inisiatif ini menjadi bagian dari pendekatan perusahaan dalam pengelolaan kemasan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan material hingga sistem pengumpulan kembali dan daur ulang pascakonsumsi.

BACA JUGA  Gelar Griya Presiden Prabowo, Istana Bagikan 5.000 Bingkisan

Kolaborasi antara ParagonCorp dan DLH DKI Jakarta diarahkan untuk membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Upaya ini mencakup integrasi edukasi, penyediaan infrastruktur, serta pelibatan masyarakat secara aktif dalam praktik pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Head CSR ParagonCorp, Suci Hendrina, mengatakan bahwa inisiatif ini mendorong masyarakat untuk melihat kemasan kosong sebagai bagian dari sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.

“Melalui Paragon Empties Station, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa setiap kemasan kosong memiliki potensi untuk dikelola kembali secara lebih bertanggung jawab,” ujar Suci.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan baru.

“Ini bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi tentang membangun kebiasaan baru dan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan adalah perjalanan yang perlu kita tempuh bersama,” katanya.

Suci juga menilai kolaborasi dengan DLH DKI Jakarta dan Transjakarta menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan program.

BACA JUGA  Kejati, Pemprov dan BUMD DKI Kolaborasi Tangani Bidang Datun

“Kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Transjakarta menjadi langkah penting bagi kami untuk memperluas akses sekaligus memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.

ParagonCorp dan DLH DKI Resmikan Paragon Empties Station di Halte Transjakarta
Paragon Empties Station merupakan fasilitas smart drop box berbasis teknologi yang dikembangkan ParagonCorp bersama PlasticPay.(Foto: Dok. ParagonCorp)

Wakil Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan,  peningkatan konsumsi produk perawatan diri berdampak pada bertambahnya jumlah limbah kemasan.

“Karena itu, perlu didorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab, termasuk memastikan kemasan tidak berakhir sebagai sampah,” kata Dudi.

Ia berharap inisiatif serupa dapat diikuti oleh pelaku industri lain agar sistem pengumpulan kembali kemasan dapat berkembang lebih luas.

Perubahan Perilaku

Sementara itu, Head of Commercial Division Transjakarta, Yungki Syailendra, menilai halte sebagai ruang publik memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat.

“Dengan mobilitas jutaan pelanggan setiap harinya, Transjakarta memiliki peran strategis dalam menghadirkan inisiatif yang tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Paragon Empties Station di halte menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

BACA JUGA  TransJakarta Sediakan Empat Rute Khusus ke Jakarta Fair 2023

PES di Halte CSW merupakan bagian dari 10 titik awal yang dikembangkan dalam fase uji coba di berbagai lokasi, seperti area ritel, ruang publik, hingga perkantoran.

Melalui fasilitas tersebut, masyarakat dapat mengembalikan kemasan kosong yang selanjutnya akan dikumpulkan, dipilah berdasarkan jenis material, dan diproses untuk dimanfaatkan kembali.

Ke depan, kolaborasi antara ParagonCorp dan DLH DKI Jakarta akan terus diperkuat melalui program edukasi serta pengelolaan sampah berbasis komunitas guna mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih berkelanjutan.(PR/01)