Pangdam Jaya dan Arif Kamarudin Angkat 400 Kg Ikan Invasif di Setu Babakan

Pangdam Jaya bersama influencer lingkungan Arif Kamarudin saat aksi bersih lingkungan di kawasan Setu Babakan (Foto Istimewa)

Jakarta , Sudutpandang .id – Memperingati Hari Bumi, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya bersama influencer lingkungan Arif Kamarudin memimpin aksi bersih lingkungan di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan yang merupakan lanjutan program “Jaga Jakarta – Jaga Bumi” ini melibatkan sekitar 100 personel Koramil jajaran Kodim 0504/Jakarta Selatan, dengan fokus utama pengendalian populasi ikan sapu-sapu yang mengganggu ekosistem perairansetempat.

Dalam aksi tersebut, tim berhasil mengangkat sekitar 200 kilogram ikan sapu-sapu dari dasar danau, sekaligus melakukan pelepasan 500 bibit ikan lokal untuk memperkuat keanekaragaman hayati. Secara kumulatif dari dua kali pelaksanaan kegiatan, total lebih dari 400 kilogram ikan invasif telah dikendalikan dan свыше 1.000 bibit ikan berhasil ditebar, menandakan upaya serius pemulihan keseimbangan alam di wilayah penyangga ibu kota.

BACA JUGA  Sebanyak 100 RW di Jakarta Rawan Banjir, BPBD DKI Siapkan Pengungsian

Ikan sapu-sapu diketahui sebagai spesies invasif yang berkembang biak cepat dan mampu mendominasi hingga 70% populasi perairan, sehingga menekan keberadaan ikan lokal. Keberadaannya yang mengikis sedimentasi dasar air menyebabkan kekeruhan, penurunan kadar oksigen, dan gangguan siklus reproduksi biota lain, menjadikan pembersihan ini langkah krusial bagi kesehatan ekosistem Setu Babakan.

Sebagai wujud pengelolaan berkelanjutan, ikan sapu-sapu yang ditangkap tidak dibuang sia-sia, melainkan dikumpulkan untuk diolah menjadi pakan ternak oleh komunitas setempat. Langkah ini memastikan bahwa hasil tangkapan memiliki nilai guna ekonomi bagi warga sekitar dan tidak menjadi limbah baru yang mencemari lingkungan, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular.

Pangdam Jaya menegaskan bahwa momentum Hari Bumi harus menjadi pengingat kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “Kami ingin Setu Babakan bukan sekadar objek wisata, tapi ekosistem sehat yang nyaman bagi warga Jakarta. Melalui kolaborasi TNI, pegiat lingkungan, dan masyarakat, aksi kecil ini diharapkan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan alam,” ujarnya.

BACA JUGA  Danramil 0819/02 Pohjentrek Hadiri Rapat Pleno DPSHP Pilkada 2024

Sinergi kuat antara TNI, aktivis, dan warga ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif yang tumbuh untuk menjaga ruang hidup bersama. Dengan berkurangnya dominasi ikan invasif dan meningkatnya populasi ikan lokal, Setu Babakan kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekosistem, sementara rencana kegiatan serupa akan terus digulirkan di berbagai titik untuk menjamin keseimbangan lingkungan perkotaan jangka panjang. (Egi)