PB Akuatik Dukung Pelatnas Multiyears

Ketua Umum PB Akuatik Indonesia Anindya Novyan Bakrie mendukung penerapan anggaran pelatnas multiyears sebagai strategi memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan demi melahirkan lebih banyak atlet Indonesia berprestasi di pentas dunia. (Foto: AGF/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan anggaran pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dengan skema multiyears yang didorong Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.

Menurutnya, sistem pendanaan jangka panjang menjadi fondasi penting dalam mencetak atlet Indonesia yang mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Anindya sebagai bentuk komitmen PB Akuatik Indonesia dalam mendukung penguatan sistem pembinaan olahraga nasional yang berkesinambungan.

Ia menilai pembinaan atlet tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan proses panjang yang didukung kepastian program dan anggaran.

“Untuk mencetak atlet-atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia, dibutuhkan pembinaan jangka panjang. Ini tentu membutuhkan anggaran yang multiyears, bukan dianggarkan per tahun,” ujar Anindya.

Menurutnya, sistem anggaran tahunan sering kali menjadi tantangan bagi federasi olahraga dalam menyusun program pembinaan yang berkesinambungan.

Sebaliknya, skema multiyears memberikan kepastian bagi organisasi olahraga untuk menjalankan program pelatihan tanpa terganggu perubahan alokasi anggaran setiap tahun.

Anindya menegaskan tidak ada atlet kelas dunia yang lahir secara instan.

Seluruh negara yang mendominasi berbagai ajang internasional telah membangun sistem pembinaan atlet sejak usia dini melalui program latihan yang konsisten dan kompetisi yang berjenjang.

BACA JUGA  Mandiri 3x3 Sirkuit Nasional 2025 Hadir di Lombok

Karena itu, Indonesia juga harus memiliki pola pembinaan yang sama apabila ingin meningkatkan prestasi pada ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade.

PB Akuatik Indonesia sebagai induk organisasi cabang olahraga akuatik menaungi lima disiplin olahraga, yakni renang, polo air, loncat indah, renang artistik, dan renang perairan terbuka.

Seluruh cabang tersebut membutuhkan pembinaan yang berkesinambungan agar mampu menghasilkan atlet-atlet berkualitas.

Menurut Anindya, proses pembinaan atlet akuatik memerlukan waktu bertahun-tahun karena selain mengembangkan kemampuan teknik, atlet juga harus dibentuk dari sisi fisik, mental, dan pengalaman bertanding.

Oleh sebab itu, dukungan pemerintah melalui kebijakan anggaran pelatnas multiyears dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional.

Ia menjelaskan PB Akuatik Indonesia telah menyusun peta jalan (road map) pembinaan atlet yang selaras dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Dokumen tersebut menjadi pedoman dalam mengembangkan prestasi atlet secara bertahap dan terukur.

Road map itu mencakup proses pencarian bibit atlet, pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, penyelenggaraan kompetisi berjenjang, hingga persiapan menghadapi kejuaraan internasional.

BACA JUGA  Nova dan Irwansyah Ungkap Kondisi Anak Asuhnya

Menurut Anindya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesinambungan dukungan pendanaan.

Karena itu, skema anggaran multiyears akan memudahkan federasi dalam menjalankan seluruh tahapan pembinaan sesuai target yang telah ditetapkan.

Ia menambahkan kebutuhan anggaran tidak hanya diperuntukkan bagi pelaksanaan pelatnas.

Pembinaan atlet di tingkat daerah juga memerlukan dukungan yang memadai agar proses regenerasi dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Bukan hanya untuk pelatnas saja, masing-masing cabang olahraga juga membutuhkan dukungan pendanaan untuk melakukan pembibitan dan pembinaan,” katanya.

Anindya menilai pembibitan atlet merupakan investasi jangka panjang yang harus dilakukan secara konsisten.

Tanpa adanya regenerasi, prestasi olahraga nasional akan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang kuat, mulai dari pemerintah, induk organisasi cabang olahraga, pemerintah daerah, hingga sektor swasta.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkuat ekosistem olahraga nasional sehingga lebih banyak atlet muda memiliki kesempatan berkembang sejak usia dini.

Ia optimistis Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berkelas dunia apabila sistem pembinaan berjalan secara konsisten dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

BACA JUGA  PB PASI Bangun 4 Pusat Pelatihan Atlet

Anindya meyakini kombinasi antara pembibitan yang baik, pelatihan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih, serta kepastian anggaran akan menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia.

“Dengan pembibitan dan pembinaan yang baik serta dukungan dari pemerintah, saya yakin atlet-atlet kita akan mampu mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di arena dunia,” ujarnya.

Ia berharap kebijakan pelatnas multiyears dapat segera diimplementasikan sehingga seluruh cabang olahraga memiliki kepastian dalam menyusun program pembinaan jangka panjang.

Menurut Anindya, keberhasilan olahraga Indonesia di masa depan tidak hanya ditentukan oleh bakat atlet, tetapi juga bergantung pada kualitas sistem pembinaan yang dibangun sejak sekarang.

Dengan dukungan anggaran yang berkelanjutan, PB Akuatik Indonesia optimistis akan lahir lebih banyak atlet berprestasi yang mampu membawa Indonesia bersaing di panggung olahraga internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa. (09/AGF).