Gempa M 7,4 Guncang Iwate, Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami

Avatar photo
Gempa M 7,4 Guncang Iwate, Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami
Ilustrasi

SUDUTPANDANG.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah pesisir timur Prefektur Iwate, Jepang, pada Senin (20/4/2026) pukul 16.52 waktu setempat. Otoritas setempat segera mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah wilayah di bagian utara Jepang.

Berdasarkan data Japan Meteorological Agency, gempa terjadi di kedalaman sekitar 10 kilometer di bawah laut di kawasan pesisir Sanriku.

Peringatan tsunami diberlakukan untuk Prefektur Aomori, Iwate, dan sebagian wilayah Hokkaido.

Di tengah situasi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak gempa.

Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi serta menjalin koordinasi dengan otoritas setempat.

BACA JUGA  Pemain Sinetron 'Rindu Bukan Rindu' Berbagi Pengalaman Syuting di Jepang

“Kami terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan gempa dan potensi tsunami. Pemantauan kondisi WNI juga dilakukan melalui komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah terdampak,” ujarnya dalam keterangan resmi.

KBRI Tokyo mengimbau WNI yang berada di wilayah Iwate, Aomori, dan Hokkaido untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

WNI diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah Jepang serta menjauhi area pesisir dan aktivitas di laut.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk segera mengikuti arahan evakuasi apabila diperlukan.

WNI disarankan menyiapkan tas darurat yang berisi perlengkapan penting seperti senter, sumber daya listrik cadangan, uang tunai, makanan, dan air minum.

KBRI Tokyo juga membuka layanan darurat guna memfasilitasi komunikasi dan pelaporan bagi WNI di wilayah terdampak.

BACA JUGA  Tenggara Sumbawa Barat Diguncang Gempa 5,2M, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kondisi seluruh WNI tetap terpantau di tengah situasi bencana.(red)