Pasca Lebaran 2026, Pelindo Perkuat Kendali Arus Logistik di Tanjung Priok

Tanjung Priok
Pasca Lebaran 2026, Pelindo Perkuat Kendali Arus Logistik di Tanjung Priok (Foto: SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran distribusi logistik nasional dengan memperkuat pengendalian operasional setelah Idulfitri 2026 di Pelabuhan Tanjung Priok.

Komitmen tersebut disampaikan dalam acara penutupan Command Center Pengendalian Kelancaran Arus Logistik Pasca IdulFitri 2026 yang berlangsung di Museum Maritim Indonesia, Senin (20/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Muhammad Masyhud, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Heru Susanto, jajaran Polda Metro Jaya, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pelabuhan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menilai keberhasilan pengendalian arus logistik di Tanjung Priok dapat dijadikan rujukan nasional.

“Pengaturan arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat melalui gatepass adaptif, monitoring real-time, dan sinergi lintas stakeholder kita mampu mengendalikan kepadatan secara signifikan. Ke depan, pendekatan ini akan kami dorong menjadi standar operasional di pelabuhan lain di Indonesia,” jelasnya.

BACA JUGA  Masya Allah, Industrialisasi NTB Sejahterakan Masyarakat dengan Prinsip Ekonomi Islam

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Heru Susanto, turut mengapresiasi kerja sama lintas pihak dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan.

“Yard tetap dalam kondisi terkendali dan tidak terjadi bottleneck yang mengganggu arus logistik,” ujarnya.

Dari sisi lalu lintas, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ariek Indra Sentanu, menyebut pengendalian yang diterapkan mampu menekan potensi kemacetan di sekitar kawasan pelabuhan.

“Arus kendaraan terjaga tanpa overcapacity berkat penguatan monitoring dan rekayasa lalu lintas yang adaptif,” katanya.

Sementara itu, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menegaskan bahwa pengawasan arus logistik tidak hanya difokuskan saat puncak Lebaran, tetapi juga setelahnya.

“Pasca IdulFitri justru menjadi fase yang perlu diantisipasi secara serius, karena terjadi peningkatan pergerakan kendaraan logistik seiring normalisasi aktivitas distribusi. Pelindo Regional 2 Tanjung Priok bersama stakeholder telah mengoptimalkan fungsi Command Center untuk memastikan arus tetap terkendali, terukur, dan tidak menimbulkan kepadatan di kawasan pelabuhan maupun akses sekitarnya,” ujar Yandri.

BACA JUGA  Manunggal di Pinggir Sumur, TMMD Ke-127 Kodim Pasuruan Bawa Kebersihan Baru ke Dusun Terpencil

“Kami mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan pengambilan keputusan berbasis data di lapangan. Dengan demikian, potensi peningkatan arus kendaraan dapat diantisipasi lebih dini dan ditangani secara cepat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga kondusivitas Pelabuhan,” tambahnya.

Command Center sendiri merupakan bagian dari strategi manajemen lalu lintas berbasis kapasitas untuk mengatur arus kendaraan yang masuk ke kawasan pelabuhan.

Sistem ini memungkinkan pengaturan jumlah kendaraan secara dinamis melalui gate pass, dengan mempertimbangkan kondisi terminal dan situasi lalu lintas di sekitar.

Selain itu, operator terminal juga diberikan keleluasaan dalam menyesuaikan pelepasan gate pass sesuai kesiapan area dan langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan, sehingga arus logistik tetap berjalan lancar dan terkendali.(UM)