TANGERANG – SUDUT PANDANG – Aparat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, menjalani program Jumat keliling (Jumling), dengan cara “ngariung” (kumpul bersama) dan hari ini topik pertanian untuk ketahanan pangan.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Sepatan, Jumat (8/5/2026) mengatakan “ngariung” tersebut merupakan kearifan lokal dan bagian dari kebiasaan penduduk setempat bila membahas suatu masalah.
“Inilah menjadi bekal kami dalam rangka nanti untuk membahas dan memberikan perhatian usulan kelompok tani. Mudah-mudahan apa diharapkan petani secara bertahap bisa kita realisasikan nantinya,” katanya.
Ia mengatakan hal itu saat membuka acara “Ngeriung Maesyal” berdialog langsung dengan masyarakat di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan, Jumat.
Namun kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi, komunikasi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Ia menambahkan Pemkab Tangerang akan terus mendorong pembangunan pertanian melalui peningkatan sarana dan prasarana, penguatan kelompok tani, pengembangan ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas infrastruktur pendukung pertanian.
Masih kata Maesyal bahwa kegiatan “ngariung” itu merupakan bagian penjabaran dari program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khusus bidang pertanian yang harus didorong untuk mempercepat dan memperkuat tumbuh kembangnya roda perekonomian yang dimulai dari bawah.
Walau begitu, Pemkab Tangerang tahun 2026 telah memprogramkan pendampingan dan bantuan kepada para kelompok tani untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat agar pendapatan petani meningkat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, Kabupaten Tangerang memiliki luas lahan sawah sekitar 36.000 hingga 36.202 hektare yang tersebar pada 29 kecamatan.
Bahkan daerah ini menghasilkan produksi panen tahunan mencapai sekitar 313.000 ton gabah dan sebagian besar produksi padi di wilayah ini bergantung pada sawah irigasi.
Untuk itu, ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut di antaranya berupa penyaluran benih, bibit, pupuk, sarana penunjang pertanian dan beras untuk intervensi rentan rawan rangan 2026.
Maesyal pada acara itu memberikan santunan kepada anak yatim dan menyerahkan secara simbolis bantuan berupa bibit, pupuk dan traktor. (WAR)










