Modern Pentathlon Asia Memanas, Indonesia Siap Kejutkan Rival di AMPC 2026

Sembilan negara akan bersaing dikejuaraan bertajuk U-17 & U-19 Asian Modern Pentathlon Championships (AMPC) 2026 yang akan digelar di Kompleks Olahraga Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogjakarta, 10-17 Mei. (Foto: ist).
Sembilan negara akan bersaing dikejuaraan bertajuk U-17 & U-19 Asian Modern Pentathlon Championships (AMPC) 2026 yang akan digelar di Kompleks Olahraga Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogjakarta, 10-17 Mei. (Foto: ist).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak sembilan negara dipastikan ambil bagian dalam ajang U-17 & U-19 Asian Modern Pentathlon Championships 2026 yang digelar di Kompleks Olahraga Akademi Angkatan Udara pada 10-17 Mei 2026. Indonesia selaku tuan rumah menurunkan 23 atlet terbaik hasil seleksi nasional untuk bersaing di kejuaraan tingkat Asia tersebut.

Kejuaraan ini menjadi salah satu agenda penting dalam kalender olahraga modern pentathlon Asia, khususnya untuk kategori usia junior. Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan atlet muda menuju level internasional.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia, Ridwan Gultom, memastikan seluruh persiapan pelaksanaan kejuaraan telah berjalan sesuai rencana. Menurutnya, delegasi dari sejumlah negara peserta mulai berdatangan ke Yogyakarta dan seluruh venue pertandingan telah siap digunakan.

“Delegasi negara peserta telah berdatangan di Yogyakarta. Demikian venue pertandingan juga telah rapi disiapkan untuk siap dipergunakan. PP MPI berusaha menjadi tuan rumah yang baik dan menghadirkan prestasi terbaik,” ujar Ridwan Gultom di sela persiapan event, Sabtu (9/5/2026).

Sembilan negara akan bersaing dikejuaraan bertajuk U-17 & U-19 Asian Modern Pentathlon Championships (AMPC) 2026 yang akan digelar di Kompleks Olahraga Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogjakarta, 10-17 Mei. (Foto: ist).
Sembilan negara akan bersaing dikejuaraan bertajuk U-17 & U-19 Asian Modern Pentathlon Championships (AMPC) 2026 yang akan digelar di Kompleks Olahraga Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogjakarta, 10-17 Mei. (Foto: ist).

Sembilan negara yang akan bersaing dalam kejuaraan tersebut terdiri atas Indonesia, India, Thailand, Singapura, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, dan Chinese Taipei. Negara-negara tersebut dikenal aktif mengembangkan cabang olahraga modern pentathlon di kawasan Asia.

BACA JUGA  Jarak Capai 1,6 Km, Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar 10 Kali

Sebagai tuan rumah, Indonesia menargetkan para atlet muda mampu tampil kompetitif dan memberikan hasil maksimal. PP MPI menilai ajang ini menjadi kesempatan penting bagi atlet nasional untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi lawan-lawan dari negara lain.

Kejuaraan Asia Modern Pentathlon U-17 dan U-19 tahun ini mempertandingkan nomor putra, putri, serta mixed relay di dua kelompok usia berbeda. Total Indonesia menurunkan 23 atlet yang terdiri atas 12 atlet kategori U-17 dan 11 atlet kategori U-19.

Untuk kategori U-17, Indonesia mengirimkan enam atlet putra dan enam atlet putri. Sedangkan pada kategori U-19, skuad Merah Putih diperkuat enam atlet putra dan lima atlet putri.

Ridwan Gultom mengakui persaingan modern pentathlon di tingkat Asia masih didominasi negara-negara yang lebih dulu berkembang dalam cabang olahraga tersebut. Namun, ia menilai pada level usia muda seperti U-17 dan U-19, peluang bersaing masih cukup terbuka karena kekuatan antarnegara relatif merata.

BACA JUGA  Modern Pentathlon NTT Target Juara di PON XXII 2028, PP MPI Resmi Lantik Pengurus Baru

“Kehadiran event ini penting untuk pembinaan berkelanjutan atlet-atlet MPI. Tentu kita berharap atlet-atlet muda kita bisa tampil optimal. Ini kesempatan baik untuk menambah pengalaman, mengukur kemampuan sekaligus peluang menunjukkan prestasi dan meraih medali,” katanya.

Modern pentathlon merupakan cabang olahraga multidisiplin yang menggabungkan lima nomor pertandingan, yakni lari, renang, anggar, berkuda, dan laser run. Olahraga ini membutuhkan ketahanan fisik, teknik, strategi, serta konsentrasi tinggi dari setiap atlet.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan modern pentathlon Indonesia mulai menunjukkan peningkatan. PP MPI terus memperluas pembinaan usia dini guna menciptakan regenerasi atlet yang mampu bersaing di level Asia hingga dunia.

Penunjukan Yogyakarta sebagai tuan rumah juga dinilai menjadi momentum penting untuk memperkenalkan olahraga modern pentathlon kepada masyarakat luas. Selain memiliki fasilitas olahraga yang memadai, Yogyakarta dianggap mampu mendukung penyelenggaraan event internasional dengan baik.

Menjelang pelaksanaan kejuaraan, Technical Delegate dari Union Internationale de Pentathlon Moderne, Leonid Zimarev asal Kazakhstan, turut melakukan pengecekan langsung terhadap venue pertandingan di Kompleks AAU Yogyakarta.

Pengecekan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar internasional dan siap digunakan selama kompetisi berlangsung. Ridwan Gultom bersama tim PP MPI juga mendampingi proses inspeksi venue tersebut.

BACA JUGA  Marc Klok Sudah Pulih dan Siap Hadapi sang Mantan

PP MPI berharap pelaksanaan kejuaraan berjalan lancar sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga modern pentathlon nasional. Selain memburu prestasi, Indonesia ingin menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah event olahraga internasional.

Ajang U-17 & U-19 Asian Modern Pentathlon Championships 2026 diprediksi menghadirkan persaingan ketat antarnegara Asia. Indonesia pun berharap dukungan publik dan semangat para atlet muda mampu menjadi modal penting untuk meraih hasil terbaik di kandang sendiri.

Dengan persiapan yang telah matang, Indonesia optimistis dapat menyelenggarakan kejuaraan secara sukses sekaligus meningkatkan posisi modern pentathlon nasional di tingkat Asia. (09/AGF)