Salihara Art Hadirkan ‘Islands’, Pertunjukan Tari Taiwan-Indonesia tentang Tubuh dan Identitas

Avatar photo
Salihara Art Hadirkan 'Islands', Pertunjukan Tari Taiwan-Indonesia tentang Tubuh dan Identitas

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Komunitas Salihara Arts Center menghadirkan pertunjukan tari kontemporer bertajuk ‘Islands’ yang mempertemukan seniman Taiwan dan Indonesia dalam dialog artistik tentang tubuh, identitas, dan keterasingan. Pertunjukan tersebut digelar di Teater Salihara, Jakarta, pada Sabtu (9/5/2026) dan Minggu (10/5/2026).

Siaran pers yang diterima Taipei Economic and Trade Office (TETO, Minggu (10/5/2026), menyebutkan bahwa karya tersebut dibawakan koreografer sekaligus penari asal Taiwan, Wang Yeu-kwn, bersama koreografer dan penari Indonesia, Danang Pamungkas.

Pertunjukan tari ini merupakan hasil kolaborasi Komunitas Salihara Arts Center dengan TECO. Islands menjadi bagian kedua dari proyek trilogi bertajuk A Trilogy – Quest of Relationships yang dikembangkan Wang Yeu-kwn bersama grup seni pertunjukan asal Taiwan, Shimmering Production.

Sebelum dipentaskan di Jakarta, karya tersebut lebih dahulu tampil di Kuala Lumpur, Malaysia, pada awal Mei 2026.

BACA JUGA  Pembawa Acara dari Empat Negara Eksplorasi Budaya Taiwan

Kurator Tari Komunitas Salihara Arts Center, Tony Prabowo, mengatakan, kolaborasi tersebut lahir dari hubungan panjang dua seniman yang pernah belajar bersama di bawah bimbingan pendiri Cloud Gate Dance Theater, Lin Hwai-Min.

“Melalui berbagai sudut pandang tentang identitas, rasa keterasingan, serta pertanyaan akan makna kepenarian, pertemuan ini seperti mengenal tubuh baru,” ujar Tony.

Kisah Seorang Nelayan

Secara konseptual, Islands mengangkat kisah seorang nelayan yang berusaha mencari jati dirinya. Dalam proses kreatifnya, Wang melakukan perjalanan ke sejumlah negara kepulauan di Asia Tenggara dan membangun dialog artistik bersama Danang Pamungkas mengenai tubuh, ingatan, dan ruang hidup.

Dalam pertunjukan tersebut, pulau tidak hanya dimaknai sebagai wilayah geografis, melainkan metafora tentang tubuh, batas, ingatan, dan relasi manusia dengan tempat asalnya.

BACA JUGA  Mewujudkan Visi WHO: Jalan Taiwan Menuju Pemberantasan Hepatitis C sebagai Ancaman Kesehatan Masyarakat

Selain mengandalkan kekuatan visual dan teknik tari kontemporer, karya ini juga mengajak penonton memasuki perjalanan batin mengenai identitas dan hubungan antarmanusia.

Karya Islands turut mendapat perhatian di panggung internasional setelah terpilih sebagai finalis Bloom Prize dalam ajang The Rose International Dance Prize 2027 yang diselenggarakan Sadler’s Wells, salah satu institusi tari terkemuka di Inggris.

Sebagai bagian dari finalis Bloom Prize, Islands dijadwalkan tampil di London pada Januari hingga Februari 2027.

Wang Yeu-kwn merupakan Direktur Artistik Shimmering Production sekaligus seniman residensi National Theater & Concert Hall Taiwan periode 2025-2026. Sementara Danang Pamungkas dikenal sebagai Direktur Artistik Dan’s Dance Studio Solo yang aktif mengembangkan eksplorasi tari tradisional Jawa dalam pendekatan tari kontemporer.

BACA JUGA  Pedangdut Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar atas Dugaan KDRT

Pertunjukan Islands disaksikan publik melalui pembelian tiket di situs resmi Komunitas Salihara Arts Center. Tiket dijual seharga Rp110.000 untuk umum dan Rp55.000 bagi pelajar atau mahasiswa.(PR/01)