JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, mengalami cedera ringan saat memperkuat Inter Miami CF menghadapi Philadelphia Union pada lanjutan MLS 2026 di Miami, Amerika Serikat, Senin pagi WIB.
Kondisi Messi langsung menjadi sorotan publik sepak bola dunia karena insiden tersebut terjadi menjelang bergulirnya FIFA World Cup 2026.
Messi ditarik keluar lapangan pada menit ke-73 dan digantikan Mateo Silvetti. Keputusan pergantian pemain itu memunculkan kekhawatiran besar, terutama dari pendukung Argentina yang berharap sang kapten berada dalam kondisi terbaik untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Meski demikian, pelatih Inter Miami, Guillermo Hoyos, memastikan cedera yang dialami Messi tidak serius. Menurut dia, pemain berusia 38 tahun itu hanya mengalami kelelahan otot sehingga tim pelatih memilih tidak mengambil risiko lebih besar.
“Messi hanya mengalami kelelahan otot ringan. Kami memutuskan menariknya keluar demi menghindari risiko cedera yang lebih parah,” ujar Hoyos seperti dikutip dari laman resmi MLS.
Kondisi Messi memang menjadi perhatian utama mengingat Argentina belum lama lagi memulai perjuangannya di Piala Dunia 2026.
Hingga kini, federasi sepak bola Argentina belum mengumumkan skuad resmi yang akan dibawa ke turnamen tersebut.
Namun, Argentina dijadwalkan menjalani laga perdana Grup J menghadapi Aljazair pada 16 Juni 2026 di Kansas, Amerika Serikat. Selain Aljazair, Argentina juga akan bersaing dengan Austria dan Yordania pada fase grup.
Kehadiran Messi masih menjadi tumpuan utama tim berjuluk Albiceleste meskipun usianya tidak lagi muda. Pengalaman dan kualitas peraih delapan Ballon d’Or itu dinilai tetap penting bagi Argentina dalam upaya mempertahankan trofi yang mereka raih pada edisi 2022 di Qatar.
Pada pertandingan melawan Philadelphia Union, Messi sejatinya tampil cukup impresif sebelum ditarik keluar. Mantan pemain FC Barcelona dan Paris Saint-Germain itu mencatatkan satu assist dan berperan besar dalam kemenangan dramatis Inter Miami dengan skor 6-4.
Assist Messi lahir pada gol pembuka yang dicetak German Berterame pada menit ke-13. Berterame kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-42 untuk membantu Inter Miami menjaga dominasi permainan.
Selain Berterame, striker veteran Luis Suarez tampil tajam dengan mencetak hattrick masing-masing pada menit ke-29, 44, dan 81. Satu gol tambahan Inter Miami lainnya dilesakkan Rodrigo De Paul pada masa injury time menit 90+3.
Sementara itu, Philadelphia Union memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan. Milan Iloski menjadi pemain paling menonjol bagi tim tamu dengan mencetak tiga gol, dua di antaranya melalui titik penalti pada menit keempat dan 10, serta satu gol tambahan pada menit 45+8.
Gol lain Philadelphia dicetak Bruni Damiani pada menit ke-20. Hujan gol yang tercipta membuat pertandingan berlangsung terbuka dan menarik sejak awal hingga peluit panjang dibunyikan.
Meski sukses meraih kemenangan, kondisi Messi tetap menjadi fokus utama publik dan media internasional. Banyak pihak berharap cedera yang dialami sang megabintang tidak mengganggu persiapannya menuju Piala Dunia 2026.
Messi diketahui telah tampil dalam lima edisi Piala Dunia bersama Argentina, yakni pada 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022. Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi turnamen keenam sekaligus penampilan terakhirnya di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Sejak membawa Argentina juara di Qatar empat tahun lalu, Messi tetap menjadi ikon penting bagi negaranya. Pengaruhnya tidak hanya terlihat di atas lapangan, tetapi juga dalam membangun mental dan kepercayaan diri skuad Argentina.
Pelatih Argentina disebut akan terus memantau perkembangan kondisi Messi dalam beberapa hari ke depan. Tim medis Inter Miami juga dipastikan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tingkat kebugaran pemain berjuluk La Pulga tersebut.
Jika pulih tepat waktu, Messi diprediksi tetap menjadi starter utama Argentina saat menghadapi Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026.
Dengan pengalaman, visi bermain, dan ketajamannya, Messi masih dianggap sebagai sosok sentral dalam ambisi Argentina mempertahankan status juara dunia. (09/AGF).










