Perkuat Perdagangan Intra-Asia, IPC TPK Layani Perdana Service SCJX X-Press Feeders

Perkuat Perdagangan Intra-Asia, IPC TPK Layani Perdana Service SCJX X-Press Feeders
Kegiatan arus logistik internasional (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melayani pelayaran perdana atau maiden voyage kapal MV Wantai yang dioperasikan X-Press Feeders melalui layanan South China Java X-Press (SCJX). Layanan baru ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas perdagangan Indonesia dan Tiongkok serta jaringan pelayaran intra-Asia.

Siaran pers IPC TPK, Jumat (29/5/2026), menyebutkan, Kapal MV Wantai sandar di Terminal Operasi 3 IPC TPK pada Rabu (27/5/2026) pukul 16.20 WIB. Kapal berbendera Liberia tersebut memiliki panjang 210 meter, lebar 32 meter, serta kapasitas angkut mencapai 2.902 TEUs.

Dalam pelayanan di Jakarta, kapal tercatat melakukan kegiatan bongkar muat sebanyak 1.577 boks peti kemas. Adapun rute pelayaran layanan SCJX meliputi Yantian, Xiamen, Nansha, Jakarta, Surabaya, dan kembali ke Yantian.

Kehadiran layanan SCJX dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan perdagangan Indonesia dengan Tiongkok yang terus meningkat.

BACA JUGA  Babinsa Koramil Beji, Bantu Warga Perbaiki Plengsengan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tiongkok masih menjadi mitra dagang utama Indonesia sekaligus tujuan ekspor nonmigas terbesar sepanjang Januari–Maret 2026 dengan nilai mencapai 16,50 miliar dollar AS atau sekitar 25,94 persen dari total ekspor nonmigas nasional.

Sementara itu, dari sisi impor, Tiongkok juga menjadi negara asal impor nonmigas terbesar Indonesia dengan nilai mencapai 22,02 miliar dollar AS atau sekitar 41,56 persen dari total impor nonmigas nasional.

Secara nasional, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Maret 2026 masih mencatat surplus sebesar 5,55 miliar dollar AS dengan total nilai ekspor mencapai 66,85 miliar dollar AS.

Kinerja tersebut ditopang sektor industri pengolahan, termasuk komoditas besi dan baja, produk nikel, elektronik, consumer goods, hingga bahan baku industri yang banyak diperdagangkan dengan pasar Tiongkok.

IPC TPK menilai meningkatnya perdagangan intra-Asia membuat kebutuhan terhadap layanan pelayaran yang efisien dan memiliki konektivitas langsung menjadi semakin penting untuk mendukung distribusi barang.

BACA JUGA  Tentara Prancis Tewas, Macron Kecam Serangan di Lebanon

Layanan baru SCJX diharapkan dapat mendorong pertumbuhan arus peti kemas internasional melalui penambahan kunjungan kapal, optimalisasi pemanfaatan dermaga dan lapangan penumpukan, serta peningkatan utilisasi peralatan bongkar muat.

Selain itu, layanan tersebut dinilai dapat memperluas cakupan pasar terminal terhadap operator feeder internasional sekaligus memperkuat konektivitas transhipment dan jaringan perdagangan regional.

Bagi pengguna jasa, layanan direct service South China-Indonesia disebut memberikan alternatif pengiriman yang lebih kompetitif dengan waktu tempuh lebih efisien, sekaligus menambah pilihan layanan bagi eksportir dan importir nasional.

Seremoni penyambutan layanan baru tersebut digelar pada Kamis (28/5/2026) dan dihadiri Plt Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK Yanuar Evyanto serta perwakilan Ben Line Agencies.

Corporate Secretary IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan, kehadiran layanan baru tersebut menjadi bentuk kepercayaan perusahaan pelayaran global terhadap kesiapan operasional dan kualitas layanan IPC TPK.

BACA JUGA  DPRD Pertanyakan Data DKI Terkait Ternak Berpenyakit

“Dengan dukungan layanan terminal yang terintegrasi dan kesiapan operasional yang optimal, IPC TPK siap mendukung kebutuhan shipping line dalam menghadirkan konektivitas yang lebih efisien,” ujar Daniel.

Menurutnya, layanan baru itu tidak hanya memperkuat jaringan pelayaran internasional, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa melalui pilihan layanan logistik yang lebih kompetitif.(PR/08)