Kecam Israel, PBB: Wilayah Gaza Milik Rakyat Palestina

Avatar photo
Kecam Israel, PBB: Wilayah Gaza Milik Rakyat Palestina
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric. (Foto: Dok. Reuters)

SUDUTPANDANG.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam rencana Israel untuk memperluas wilayah yang berada di bawah kendalinya di Jalur Gaza. PBB menegaskan bahwa seluruh wilayah Gaza merupakan milik rakyat Palestina dan tidak boleh berada di bawah pendudukan permanen.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menyusul pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengungkapkan bahwa Israel saat ini menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza dan berencana memperluas area kendalinya hingga mencapai 70 persen.

Pernyataan terbaru PBB  menambah sorotan internasional terhadap perkembangan konflik di Gaza.

Organisasi dunia tersebut kembali menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hak rakyat Palestina serta perlunya langkah-langkah yang dapat mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

“Seratus persen Gaza harus menjadi milik rakyat Palestina,” kata Dujarric kepada wartawan di Markas Besar PBB di New York, Jumat (30/5/2026).

BACA JUGA  AS Prediksi Rusia Mulai Kewalahan Hadapi Ukraina

Dujarric menegaskan, PBB tetap berpegang pada posisi yang selama ini disuarakan, yakni meminta Israel menarik diri dari wilayah pendudukan di sepanjang kawasan yang dikenal sebagai “garis kuning”.

Menurut dia, langkah tersebut penting untuk mendukung upaya penyelesaian konflik yang berlandaskan hukum internasional dan penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina.

Pernyataan PBB muncul setelah Netanyahu menyampaikan bahwa Israel telah menguasai sebagian besar wilayah Gaza dalam operasi militer yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, Netanyahu tidak menjelaskan secara rinci mekanisme maupun tahapan perluasan wilayah yang direncanakan.

Sebelumnya, militer Israel pada Oktober tahun lalu menyatakan telah menguasai sekitar 53 persen wilayah Gaza setelah melakukan penempatan ulang pasukan di area yang disebut sebagai “garis kuning”.

Kawasan tersebut merupakan zona pemisah sementara di bagian timur Gaza yang membatasi wilayah yang berada di bawah kendali militer Israel dengan area yang masih dihuni warga Palestina.

BACA JUGA  Nasabah Korban Jiwasraya Penolak Restrukturisasi Akan Mengadu ke PBB

Namun, sejumlah sumber Palestina menyebut batas wilayah tersebut terus bergeser ke arah barat dalam beberapa bulan terakhir.

Pejabat senior Hamas, Bassem Naim, mengatakan perluasan area kendali Israel telah menambah wilayah yang berada di bawah pengawasan militer negara itu hingga melebihi 60 persen dari total luas Jalur Gaza.

Di tengah meningkatnya ketegangan, situasi keamanan di Gaza juga masih memanas. Militer Israel dan badan keamanan Shin Bet mengumumkan telah menewaskan komandan sayap militer Hamas, Mohammed Odeh, dalam serangan yang dilakukan di Kota Gaza pada Selasa (26/5/2026) lalu.

Menurut keterangan otoritas Israel, serangan tersebut dilakukan setelah pergerakan Odeh dipantau selama beberapa bulan.

Bangunan yang menjadi sasaran disebut digunakan sebagai tempat persembunyian.

BACA JUGA  Taiwan Gelar Pekan Kesetaraan Gender di New York

Sementara itu, sumber di Hamas dan pihak keluarga menyatakan Mohammed Odeh tewas bersama istri dan putranya yang telah dewasa.

Tenaga medis setempat melaporkan sedikitnya tiga warga Palestina meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di salah satu kawasan pasar padat penduduk di Kota Gaza.(red)