Rafael Balas Kekalahan, Melaju ke 16 Besar ITF J30 Sukoharjo

Balas Kekalahan, Rafael Melaju ke Perdelapan Final DETEC International Junior Championship 2026
Petenis muda Indonesia Rafael Enrico Pribadi sukses membalas kekalahan dari unggulan kelima asal Amerika Serikat, Brian Duan, dengan kemenangan 7-5, 6-3 pada DETEC International Junior Championship 2026 di Sukoharjo. (Foto: ist/sp)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Petenis muda Indonesia, Rafael Enrico Pribadi, sukses membalas kekalahannya dari unggulan kelima asal Amerika Serikat, Brian Duan, sekaligus memastikan langkah ke babak perdelapan final DETEC International Junior Championship 2026. Kemenangan tersebut diraih Rafael setelah tampil solid dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (1/6/2026).

Petenis berusia 14 tahun asal Depok, Jawa Barat itu menang dalam dua set langsung dengan skor 7-5, 6-3. Hasil tersebut menjadi pembalasan sempurna setelah sebelumnya Rafael harus mengakui keunggulan Brian Duan pada perempat final pekan pertama turnamen internasional level ITF J30 Sukoharjo.

Kemenangan ini sekaligus menjaga peluang Rafael untuk mewujudkan targetnya menembus babak semifinal pada debutnya di ajang resmi International Tennis Federation (ITF) World Tennis Tour Junior.

Usai pertandingan, Rafael mengungkapkan bahwa keberhasilannya mengatasi Brian Duan tidak lepas dari evaluasi yang dilakukan setelah kekalahan mereka pada pekan sebelumnya. Ia mengaku bermain lebih sabar, disiplin, dan mampu mengontrol ritme pertandingan dengan baik.

“Saya bermain lebih rapi, tidak banyak melakukan kesalahan sendiri dan berusaha mengatur tempo permainan. Dia juga cukup banyak melakukan error sehingga saya bisa memanfaatkan situasi tersebut,” ujar Rafael.

Siswa SMP Negeri 30 Depok itu menilai kekalahan yang dialaminya pada pekan pertama menjadi pelajaran berharga. Menurutnya, saat itu ia terlalu terburu-buru dan sering memaksakan permainan sehingga kehilangan banyak poin penting.

BACA JUGA  Kalahkan Wyndham 74-66, Timnas Mulai Percaya Diri

Pada pertandingan sebelumnya, Rafael mengakui sering melakukan kesalahan dalam servis dan pengambilan keputusan saat reli berlangsung. Karena itu, ia bersama tim pelatih fokus memperbaiki aspek penguasaan tempo serta konsistensi permainan sebelum kembali menghadapi Brian Duan.

Strategi tersebut terbukti efektif. Rafael mampu tampil lebih tenang saat menghadapi tekanan dan berhasil mengontrol jalannya pertandingan sejak awal hingga akhir laga. Permainan agresif yang dipadukan dengan kesabaran dalam membangun poin menjadi kunci keberhasilannya menyingkirkan unggulan asal Amerika Serikat tersebut.

Kemenangan atas Brian Duan membuka jalan Rafael menuju babak perdelapan final. Pada fase ini, ia akan menghadapi sesama petenis Indonesia, Lukman Praditya Nugroho.

Lukman memastikan tempat di babak 16 besar setelah menundukkan petenis Hungaria, Nandor Karoly, melalui pertarungan tiga set dengan skor 4-6, 6-3, 6-2. Pertemuan Rafael dan Lukman diprediksi berlangsung sengit mengingat keduanya sama-sama tengah berada dalam performa terbaik.

Meski belum pernah berhadapan dalam pertandingan resmi, Rafael mengaku optimistis mampu meraih hasil positif. Ia memilih fokus pada pemulihan kondisi fisik dan menjaga kebugaran menjelang laga berikutnya.

“Saya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Istirahat yang cukup dan menjaga kondisi agar siap menghadapi pertandingan berikutnya,” kata penggemar legenda tenis dunia Rafael Nadal tersebut.

Dalam debutnya di ajang ITF World Tennis Tour Junior, Rafael tampil berkat peringkat World Tennis Number (WTN) untuk kelompok usia di bawah 16 tahun. Kesempatan tampil di turnamen internasional ini dimanfaatkannya untuk menambah pengalaman sekaligus mengukur kemampuan melawan pemain-pemain terbaik dari berbagai negara.

BACA JUGA  DETEC Junior Championship 2026 Digelar di Sukoharjo

Meski baru pertama kali tampil di level ITF, Rafael memasang target cukup tinggi, yakni menembus babak semifinal. Namun, jalan yang harus ditempuh tidak mudah. Jika berhasil melewati babak perdelapan final, ia berpotensi menghadapi unggulan pertama Alfaradu Sumirat pada perempat final.

Alfaradu juga memastikan tiket ke babak berikutnya setelah mengalahkan Raffa Rizky Ramadhan dengan skor 6-1, 6-4. Petenis asal Tanah Laut, Kalimantan Selatan tersebut menjadi salah satu kandidat kuat juara pada turnamen pekan kedua ini.

Sementara itu, persaingan di sektor tunggal putri juga berlangsung menarik. Unggulan pertama asal Taiwan, Ke-Chieh Hsu, tampil dominan saat mengalahkan wakil Indonesia Josephine Clarabelle Suryanto dengan skor telak 6-0, 6-0.

Petenis berusia 13 tahun tersebut datang ke Sukoharjo dengan status salah satu pemain muda potensial Asia. Hsu sebelumnya menempati peringkat keenam pada ajang beregu ITF World Junior Tennis Finals 2025 dan kini memburu gelar ITF pertamanya setelah dua kali mencapai partai final turnamen level J30 pada musim lalu.

Jika hasil pertandingan berjalan sesuai unggulan, Hsu berpeluang bertemu unggulan kedua asal Tiongkok, Xinran Yan, pada partai puncak. Yan sendiri merupakan finalis pada pekan pertama DETEC International Junior Championship yang digelar di lokasi yang sama.

BACA JUGA  Luis Milla Masih Pantau Performa Ezra Walian

Turnamen DETEC International Junior Championship 2026 yang digelar oleh DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club) kembali menggunakan format sistem gugur. Berdasarkan regulasi terbaru ITF World Tennis Tour Junior 2026, turnamen kategori entry level kini telah memberikan poin peringkat dunia junior sejak babak perdelapan final.

Aturan tersebut membuat setiap pertandingan memiliki arti penting bagi para pemain muda yang tengah membangun karier internasional. Karena itu, persaingan di Sukoharjo berlangsung ketat dengan melibatkan petenis-petenis muda berbakat dari berbagai negara.

Bagi Rafael Enrico Pribadi, kemenangan atas Brian Duan bukan hanya sekadar tiket menuju babak berikutnya. Hasil tersebut menjadi bukti perkembangan permainan sekaligus menunjukkan kapasitasnya untuk bersaing di level internasional. Kini, petenis muda asal Depok itu bertekad melanjutkan tren positif demi menjaga peluang mewujudkan target menembus semifinal DETEC International Junior Championship 2026. (09/AGF).