Viral Fortuner Dikepung Massa di Tanah Abang, Polisi Ungkap Kondisi Pengemudi

Avatar photo
Viral Fortuner Dikepung Massa di Tanah Abang, Polisi Ungkap Kondisi Pengemudi
Foto tangkapan layar video Peristiwa diunggah akun Instagram @jakarta.terkini.

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Sebuah video yang memperlihatkan mobil Toyota Fortuner dikepung dan dirusak massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, kepolisian mengungkap kondisi pengemudi kendaraan yang disebut mengalami kebingungan saat dimintai keterangan oleh petugas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Sudutpandang.id, Minggu (7/6/2026), insiden itu terjadi di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah warga mengerumuni sebuah Toyota Fortuner berwarna gelap. Massa kemudian melempari kendaraan tersebut dengan batu hingga menyebabkan kaca depan pecah.

Dalam video yang sama, tampak seorang warga naik ke bagian kap mobil dan memukulkan batu ke kaca depan kendaraan.

BACA JUGA  BPPTKG: Guguran Lava 1,5 Kilometer Meluncur Dari Gunung Merapi

Setelah kerumunan mulai membesar, mobil tersebut terlihat melaju meninggalkan lokasi.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengatakan, pihaknya menerima laporan mengenai keributan tersebut melalui layanan darurat 110.

Petugas kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.

“Setelah didalami ternyata didapati mobil sudah dalam keadaan kaca pecah dan bodi mobil penyok,” kata Dhimas.

Polisi kemudian berupaya meminta keterangan dari pengemudi untuk mengetahui kronologi kejadian. Namun, menurut Dhimas, pengemudi tidak dapat memberikan penjelasan secara runtut kepada petugas.

“Pengemudi Fortuner tersebut saat ditanya-tanya dengan tujuan untuk mengetahui kronologis kejadian dan menentukan pembuatan laporan polisi, namun yang bersangkutan tidak nyambung, seperti orang linglung atau kebingungan,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat petugas belum dapat memperoleh informasi lengkap mengenai penyebab keributan yang berujung pada perusakan kendaraan.

BACA JUGA  Kejati Jakarta Selatan terima Berkas Kasus Judol

Sekitar 20 menit setelah petugas berada di lokasi, orang tua pengemudi datang dan menemui anggota kepolisian. Pihak keluarga kemudian membawa pengemudi beserta kendaraan tersebut meninggalkan lokasi.

Menurut Dhimas, keluarga juga memutuskan untuk tidak membuat laporan polisi terkait dugaan perusakan yang dialami kendaraan mereka.

“Orang tuanya datang dan ditemui oleh petugas. Saat ditanya, mereka tidak mau membuat laporan dan kemudian membawa anaknya pulang berikut mobilnya,” kata Dhimas.

Meski belum ada laporan resmi dari korban, kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum mobil tersebut dikepung massa.

Polisi juga menelusuri rekaman video yang beredar di media sosial serta mencari keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

BACA JUGA  Penjelasan Polisi soal Video Viral Sopir Taksi Peras Bule di Bali

Hingga kini, penyebab pasti amuk massa terhadap kendaraan tersebut masih dalam penyelidikan.

Aparat kepolisian masih mengumpulkan berbagai informasi guna mengungkap kronologi lengkap insiden yang menjadi perhatian publik tersebut.(red)