JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengimbau Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan-pesan publik yang dinilai dapat memperkuat optimisme dan semangat kebangsaan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.
Imbauan tersebut mengemuka dalam diskusi rutin FWK yang digelar di Jakarta, Rabu (24/7/2026). Diskusi yang dihadiri pimpinan redaksi dan wartawan senior itu membahas sejumlah isu kebangsaan, termasuk komunikasi publik pemerintah.
Salah satu pencetus FWK, Hendry Ch Bangun, mengatakan, komunikasi para pemimpin memiliki pengaruh terhadap persepsi dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, menurut dia, penyampaian pesan kepada publik perlu diarahkan untuk membangun optimisme.
“Kita berharap dan mengimbau Presiden agar mengeluarkan pernyataan yang membangun semangat berkebangsaan dan berkenegaraan. Jangan lagi menyatakan sesuatu yang melemahkan semangat masyarakat yang sedang berada dalam masa sulit ini,” kata Hendry dalam diskusi dibuka oleh Sekretaris FWK Budi Nugraha.
Dalam kesempatan itu, Hendry menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya komentar publik mengenai berbagai kebijakan pemerintah maupun pernyataan presiden.
“Fenomena tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap situasi nasional,” kata wartawan pernah menjabat Wakil Ketua Dewan Pers itu.
Ia menilai sejumlah pernyataan Presiden Prabowo dalam beberapa kesempatan menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam tanggapan.
Ia mencontohkan pernyataan Presiden pada Mei 2026 mengenai masyarakat desa yang disebut tidak menggunakan dolar, serta pernyataan pada acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, pada April 2026 yang menanggapi narasi “Indonesia Gelap”.
Selain itu, Hendry juga menyinggung dinamika pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi sorotan sejumlah pengamat.
Menurutnya, komunikasi publik pemerintah perlu didukung penyampaian informasi yang konsisten antara pernyataan, data, dan kondisi di lapangan.
Pergantian Pimpinan BGN
Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane juga menyoroti dinamika pergantian pimpinan BGN. Ia menilai perubahan yang berlangsung dalam waktu relatif singkat menjadi perhatian publik dan mencerminkan pentingnya perencanaan serta evaluasi dalam penempatan pejabat publik.
“Nanik menggantikan Dadan Hindayana pada 2 Juni 2026. Belum dua bulan kemudian mengundurkan diri. Ini menjadi perhatian karena pergantian berlangsung sangat cepat,” ujar Raja.
Sementara itu, anggota FWK M. Nasir berpandangan bahwa komunikasi pemerintah perlu disampaikan secara hati-hati, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi perhatian masyarakat.
“Pejabat pemerintah harus menyampaikan informasi berdasarkan fakta. Rakyat membutuhkan kepastian dan penjelasan yang dapat dipahami mengenai arah kebijakan pemerintah,” kata wartawan senior yang lama berkiprah di Harian Kompas itu.
Diskusi rutin FWK tersebut dihadiri sejumlah anggota, di antaranya Yesayes Octavianus, Umi Sjarifah, Herwan Pebriansyah, Berman Nainggolan, L. Radja, A.R. Loebis, serta wartawan senior lainnya.(red)










