JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pasangan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid ikut disebut dalam penyelidikan kasus dugaan penipuan travel umrah Hanania Group. Pada Rabu (10/6/2026), pasangan tersebut memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi untuk memberikan keterangan terkait hubungan mereka dengan pihak travel.
Usai menjalani pemeriksaan, Thariq Halilintar dan Aaliyah didampingi kuasa hukum mereka, Sangun Ragahdo, memberikan penjelasan mengenai kerja sama yang pernah terjalin dengan Hanania Group.
Mereka juga membantah sejumlah informasi yang beredar di masyarakat, termasuk anggapan bahwa perjalanan umrah mereka dilakukan tanpa biaya pribadi.
Sangun Ragahdo menegaskan bahwa kliennya tidak berangkat umrah secara gratis. Menurutnya, sejak awal Thariq dan Aaliyah memilih membiayai sendiri perjalanan tersebut meskipun sempat mendapat tawaran kerja sama.
“Banyak yang mengira keberangkatan umrah mereka gratis. Faktanya tidak demikian. Mereka sejak awal memilih membayar sendiri meski ada tawaran kerja sama,” ungkap Sangun Ragahdo di Mapolda Metro Jaya.
Ia menjelaskan, Thariq telah melakukan pembayaran kepada Hanania Group dengan nilai yang cukup besar. Nominal tersebut bahkan belum mencakup berbagai kebutuhan tambahan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Nilainya hampir Rp170 juta atau sekitar Rp160 juta lebih. Itu belum termasuk biaya makan, mutawif, dan kebutuhan lainnya selama perjalanan,” terang Sangun Regahdo.
Meski mengaku turut mengalami kerugian, Thariq memilih untuk tidak menempatkan dirinya sebagai pihak yang paling dirugikan dalam perkara tersebut. Ia menilai masih banyak jemaah yang mengalami dampak lebih berat karena gagal mewujudkan impian beribadah setelah menabung dalam waktu lama.
“Kerugian kami tidak ada apa-apanya dibandingkan para korban yang sudah menabung bertahun-tahun untuk berangkat umrah,” tegas Thariq.
Aaliyah Massaid juga menyampaikan keprihatinannya terhadap para calon jemaah yang terdampak kasus tersebut. Ia berharap persoalan yang sedang bergulir dapat segera menemukan penyelesaian sehingga hak-hak korban dapat dipulihkan.
“Kami sangat sedih dan prihatin. Banyak orang yang menabung dalam waktu lama untuk bisa berangkat umrah. Semoga masalah ini segera menemukan jalan keluar dan hak para korban bisa kembali,” tambah Aaliyah disamping Thariq.
Saat ini, kasus Hanania Group masih berada dalam tahap penyelidikan. Penyidik terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan promosi maupun operasional travel tersebut guna mengungkap perkara secara menyeluruh.(04)










