PALU, SUDUTPANDANG.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026), menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Dampak gempa tidak hanya dirasakan di Kota Palu, tetapi juga menjalar ke Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga siang hari, sejumlah fasilitas umum dan bangunan pemerintah mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga ringan.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan, salah satu bangunan yang terdampak adalah Kantor Bupati Sigi.
“Saat ini yang sudah kami terima ada kerusakan kategori sedang di tiga wilayah, salah satunya Kantor Bupati Kabupaten Sigi,” ujar Teguh dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG, Selasa (16/6).
Selain itu, sejumlah bangunan di Kota Palu juga dilaporkan mengalami kerusakan. Di antaranya Hotel Santika, Hotel Best Western, sebuah kafe, Auditorium Universitas Tadulako, serta toko perlengkapan rumah tangga Star Kitchen.
Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, beberapa rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat kuatnya guncangan yang terjadi menjelang siang.
Meski menimbulkan kerusakan, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.
Kepala BMKG Wijayanto mengatakan, pemantauan terhadap sejumlah stasiun pasang surut di sekitar wilayah sumber gempa tidak menunjukkan adanya kenaikan muka air laut yang membahayakan.
Menurutnya, hanya terdeteksi kenaikan muka air laut sekitar 7,5 sentimeter di Pelabuhan Pantoloan. Namun kondisi tersebut dinilai sangat kecil dan tidak mengindikasikan ancaman tsunami.
Gempa terjadi pada pukul 11.27 WITA dengan pusat gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Palu pada kedalaman 10 kilometer. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Tak hanya Sigi dan Parigi Moutong, getaran gempa juga terasa hingga sejumlah wilayah di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Gorontalo.
BMKG mencatat intensitas gempa mencapai VI hingga VII MMI di Palu, yang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Sementara di wilayah Sigi, intensitas gempa berada pada skala V hingga VI MMI.
Hingga beberapa jam setelah gempa utama terjadi, BMKG masih mencatat aktivitas gempa susulan. Tercatat sedikitnya sembilan kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M 5,1.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan sebelum dipastikan aman.
Warga juga diminta memeriksa kondisi rumah masing-masing untuk menghindari risiko akibat gempa susulan yang masih mungkin terjadi.(red)








